Ini Kiat Bengkel Las di Palas Bertahan 17 Tahun

LAMPUNG — Beberapa pelanggan terlihat menunggu dan berkonsultasi terkait perbaikan yang harus dilakukan pada kendaraan roda dua milik mereka. Di antaranya ada yang memesan barang kelengkapan berjualan sejenis obrok serta melihat kondisi kendaraan roda dua yang dimodifikasi. Situasi tersebut terlihat di Bengkel Suyono yang berada di ruas jalan provinsi di depan kantor Balai Desa Sukamulya, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan.

Pemiliknya Suyono (30) sudah menggeluti dunia perbengkelan sejak 2000. Dia mengaku dunia perbengkelan sebagai sebuah usaha kecil mula mula ditekuninya seiring dengan hobinya pada modifikasi motor khususnya saat ia menjadi bagian dari klub CBCL atau wadah pecinta motoe CB di Lampung.

Usaha kecil bengkel modifikasi motornya bahkan terus berkembang menjadi usaha pengelasan (welding) dengan spesialisasi pengelasan bagian kendaraan roda dua yang dimodifikasi, kendaraan roda empat serta sejumlah peralatan lain yang dibuat dengan teknik las listrik.

“Sekarang sedang mengerjakan pembuatan obrok atau sarana berjualan keliling menggunakan motor sedang dalam tahap penyelesaian dari pemesan tetapi tetap banyak juga pelanggan yang minta reparasi kendaraan roda dua jadi saya kerjakan di sela waktu luang karena sistem borongan,” terang Suyono saat ditemui Cendana News tengah menyelesaikan beberapa pesanan las dan reparasi motor milik pelanggan, Selasa (7/11/2017)

Lokasi usaha bengkel yang strategis di jalan raya Palas sebagai jalan provinsi sekaligus tepat di pertigaan ruas jalan Desa Sukamulya menuju Desa Tanjungsari membuat bengkel miliknya mudah didatangi bahkan kerap menjadi rujukan masyarakat umum yang mengalami kendala berkaitan dengan dunia otomotif roda dua dan roda empat serta pecinta modifikasi seni serta fungsional.

Berangkat dari hobi dan terus belajar, Suyono yang kerap akrab dipanggil ”Yono Sinchan” oleh rekan rekan pecinta motor tua jenis CB, jangkrik atau C series serupa C50, C70, C90 tersebut bahkan terus mengembangkan usaha perbengkelan dengan modal terbatas.

Modal yang diakuinya dibelikan beberapa peralatan perbengkelan perlahan lahan mulai berkembang dan mulai dikenal meski dirinya lebih khusus pada perbengkelan las kendaraan dan peralatan lain.

“Dunia perbengkelan las semakin berkembang di Lampung Selatan saat ini. Terutama didukung dengan banyaknya kebutuhan akan teralis, pagar dan perangkat keamanan rumah tangga. Namun perbengkelan las saya fokus ke motor namun ada rekan saya yang satu kelompok mengerjakan pembuatan teralis dan sejenisnya,” beber Suyono.

Dukungan DPRD dan Pemerintah Daerah Membantu Keberlangsungan Usaha

Perbedaan spesialisasi perbengkelan las tersebut rupanya mendapat perhatian dari wakil rakyat dari wilayah tersebut yang duduk di DPRD Lampung Selatan. Anggota dewan itu bernama Bowo Edi Anggoro memberi dukungan dalam bentuk perpanjangan tangan antara pemilik industri kecil pertukangan las dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui instansi terkait khususnya Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Mikro (UKM).

Dukungan yang berwujud pelatihan dan bantuan keterampilan industri kecil perbengkelan las di Desa Sukamulya Kecamatan Palas setidaknya berhasil memberikan pemahaman kepada sekitar 10 anggota kelompok dalam pengembangan,manajemen hingga pemasaran produk serta mencari solusi terkait persoalan yang dihadapi pemilik usaha kecil di wilayah tersebut.

“Meski sebagian pemilik usaha perbengkelan las di desa kami sudah mahir namun ada banyak ilmu dalam manajemen usaha yang kami pelajari dengan adanya pelatihan sekaligus suntikan modal sebagai pemacu semangat kami untuk mengembangkan usaha perbengkelan las,” kata Suyono.

Pemberian ilmu dalam pelatihan tentang strategi,marketing hingga inovasi baru diakuinya memiliki nilai finansial yang tidak terhingga meski kelompok usaha yang disebut industri kecil perbengkelan las juga mendapatkan suntikan modal dalam wujud peralatan.

Bantuan peralatan tersebut diantaranya menunjang perkembangan usaha kecil perbengkelan berupa gerinda listrik, kompresor, bor listrik, mesin pemotong (cuting) duduk serta peralatan penunjang usaha perbengkelan las yang jika dinominalkan bisa mencapai lebih dari Rp10 juta.

Semua peralatan tersebut ditempatkan di bengkel milik Suyono karena beberapa pemilik usaha perbengkelan lain memiliki spesifikasi usaha yang bisa saling melengkapi saat harus menggunakan alat maka bisa dikerjakan di bengkelnya.

Koordinasi antar sesama pemilik usaha perbengkelan diakuinya saling melengkapi karena masyarakat diakuinya masih menyangka pengelasan bisa mengerjakan banyak hal.

“Anggota kelompok sudah saling sepaham jika ada yang akan mengelas berkaitan dengan motor, mobil diarahkan ke bengkel saya sementara jika akan membuat teralis diarahkan ke bengkel pengelasan yang masih anggota kelompok,” terang Suyono.

Ia menyebut dukungan pengembangan industri kecil perbengkelan las dari anggota DPRD,pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Selatan sangat besar bagi usaha kecil di wilayah tersebut sehingga pelaku usaha kecil lebih terpacu untuk usaha.

Pesanan membuat obrok sistem las, reparasi bak mobil, bagian mobil hingga modifikasi bahkan kerap diterima oleh Suyono dengan sistem borongan dari jasa ditawarkan ratusan ribu hingga jutaan termasuk pembuatan obrok besi yang dikerjakannya dengan borongan Rp450.000.

Omzet ratusan ribu hingga jutaan diakuinya diperoleh berdasarkan banyaknya pesanan atau borongan pengerjaan reparasi atau pembuatan alat baru yang dikerjakan dalam kurun waktu mingguan hingga bulanan.

Kunci kesuksesan dan bertahannya usaha kecil perbengkelan las diakuinya menjaga kepercayaan konsumen dalam bentuk displin waktu pengerjaan, kerapian pengerjaan, biaya yang bisa dinego hingga keramahan dan kenyamanan konsumen.

Kunci tersebut membuat dirinya bisa bertahan hingga 17 tahun dan selalu didatangi pelanggan yang sekaligus menjadi media promosi untuk datang ke bengkel las miliknya dengan berbagai keperluan berkaitan dengan reparasi atau pembuatan alat untuk berjualan seperti obrok,gerobak dan sejenisnya.

Waluyo (40), salah satu pelanggan yang mengalami kerusakan bagian kendaraan roda miliknya mengaku berlangganan dan kerap membawa kendaraan yang bermasalah ke bengkel Suyono. Penanganan yang cepat dan penjelasan yang mendetail terkait kerusakan pada bagian kendaraan roda dua termasuk modifikasi motor motor antik, tua sekaligus modifikasi motor trail adventure menjadikan ia mempercayakan reparasi ke Suyono.

“Saya sangat senang jika datang ke bengkel terkait kerusakan Suyono menjelaskan detail alat apa yang harus diganti dan harga barang bisa saya ketahui termasuk jasanya sehingga biaya perbaikan tidak membengkak,” paparnya.

Ia menyebut sangat tepat usaha kecil seperti yang ditekuni Suyono menjadi acuan dan contoh dalam pengembangan dan pengelolaan usaha perbengkelan las bahkan kerap ada siswa sekolah kejuruan yang menjadikan bengkel tersebut sebagai tempat magang atau praktek kerja industri.

Usaha kecil yang ditekuni Suyono diakuinya juga ikut membantu usaha lain diantaranya pertanian saat mereparasi bajak traktor, usaha dagang dalam pembuatan obrok jualan serta sektor usaha lain sehingga manfaatnya bisa berkelanjutan dengan menggunakan jasa perbengkelan las Suyono bersama kelompoknya.

Proses pembuatan obrok menggunakan besi dengan pengelasan /Foto: Henk Widi.
Lihat juga...