Isnu Edhi Wijaya Diperiksa KPK, Saksi e-KTP

130

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan pemanggilan terhadap Isnu Edhi Wijaya, mantan Direktur Utama Perusahaan Umum (Perum) Percetakan Negara Republik Indonesia (PNRI). Konsorsium PNRI dinyatakan sebagai salah satu konsorsium pemenang dalam proses lelang tender proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang berbasis elektronik atau e-KTP.

Ini sebenarnya merupakan pemeriksaan lanjutan yang dilakukan oleh penyidik KPK terhadap Isnu Edhi Wijaya. Sebelumnya yang bersangkutan pernah dipanggil dan diperiksa di Gedung KPK Merah Putih Jakarta sebagai saksi dalam kasus perkara yang sama. Namun hingga saat ini yang bersangkutan belum juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Menurut Juru Bicara KPK Febri Diansyah,  Isnu Edhi Wijaya akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kasus perkara Tipikor yang dimaksud adalah seputar proyek pengadaan e-KTP yang diketahui telah menghabiskan anggaran keuangan negara sebesar 5,9 triliun rupiah.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung KPK Jakarta, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, hingga berita ini ditulis Isnu Edhi Wijaya masih menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh penyidik KPK. Sementara itu Febri Diansyah  enggan atau belum bersedia memberikan penjelasan secara rinci siapa nama tersangka kasus perkara e-KTP yang akan diperiksa secara bersamaan dengan saksi Isnu Edhi Wijaya.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, penyidik KPK hari ini dijadwalkan memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi penting dalam kasus dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP yang berpotensi merugikan anggaran keuangan negara sebesar 2,3 triliun rupiah. “Salah satu di antaranya adalah saksi atas nama Isnu Edhi Wijaya, mantan Direktur Utama Perum PNRI,” jelas Febri Diansyah saat dikofirmasi wartawan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Sementara itu saksi atas nama Isnu Edhi Wijaya tidak mau berkomentar saat ditanya sejumlah wartawan, dirinya memilih langsung bergegas memasuki ruangan lobi Gedung KPK Merah Putih Jakarta. Selain Isnu Edhi Wijaya, KPK dijadwalkan juga memanggil sejumlah saksi penting lainnya, namun hingga berita ini ditulis, saksi tersebut belum juga datang.

Penyidik KPK terus mempercepat proses penyidikan terhadap sejumlah orang penting dalam kasus perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP. Masing-masing di antaranya adalah Anang Sugiana Sudihardjo, mantan Direktur Utama PT. Quadra Solution, kemudian Setya Novanto, mantan Ketua Komisi II DPR RI periode 2009 hingga 2014 dan Markus Nari, mantan Anggota Komisi V DPR RI.

 

 

Baca Juga
KPK Izinkan Syahri Mulyo Dilantik Sebagai Bupati JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mengizinkan Syahri Mulyo, mengikuti acara pelantikan dirinya sebagai Bupati Tulunggung di Jakarta, Selas...
Terdakwa Kasus PLTU Riau-1 Ajukan Diri jadi JC JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah melimpahkan dakwaan dan berkas perkara untuk terdakwa Johannes Budisutrisno Kotjo ke Pengadilan Ti...
KPK Panggil Lima Tersangka Suap DPRD Malang JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memanggil lima tersangka kasus suap pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah-Perubahan (APBD-P)...
KPK Periksa Tiga Saksi Kasus Dugaan Suap di Lamsel JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memanggil tiga saksi dalam penyidikan tindak pidana korupsi suap pengadaan barang dan jasa di lingkungan...
Dirdik Baru KPK Diminta Tuntaskan Utang Kasus JAKARTA – Direktur Penyidikan (Dirdik) KPK yang baru, Kombes Pol Panca Putra Simanjuntak, diminta tuntaskan utang kasus yang masih belum selesai di le...
KPK Klarifikasi Komunikasi Eni Saragih dengan Meke... JAKARTA --- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengklarifikasi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Melchias Marcus Mekeng, soal komunikasi denga...
Ketua DPRD Tulungagung Diperiksa KPK JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), memanggil Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Supriyono. Pemanggilan tersebut menjadi bagian dari penyidik...