Istri Setya Novanto Sakit, tak Penuhi Panggilan KPK

Editor: Satmoko

56
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah menjelaskan bahwa Deisti Astiani Tagor, yang tak lain merupakan istri Setya Novanto, dipastikan absen alias tidak hadir memenuhi panggilan pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK. Yang bersangkutan dilaporkan sedang berhalangan, sehingga untuk sementara waktu belum bisa datang ke Gedung KPK Jakarta.

Kepastian ketidakhadiran Deisti Astiani Tagor tersebut disampaikan Febri Diansyah kepada sejumlah wartawan di Gedung KPK tak lama setelah KPK menerima surat pemberitahuan keterangan sakit dari pihak yang bersangkutan. Menurut Febri Dianayah, penyidik KPK untuk sementara waktu masih akan mempelajari dan mendalami terkait kebenaran perihal alasan absennya istri Setya Novanto tersebut.

Manurut keterangan yang disampaikan Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan di Gedung KPK Jakarta menjelaskan bahwa surat pemberitahuan keterangan sakit tersebut belakangan diketahui berasal Aditya Medical Center, salah satu Rumah Sakit (RS) atau klinik kesehatan di Jakarta. Surat tersebut baru diterima KPK pagi tadi, sehingga KPK masih belum bisa memastikan kebenaran atau keabsahan surat tersebut.

Febri Diansyah menjelaskan bahwa dalam surat tersebut yang bersangkutan memang dilaporkan sedang sedang sakit, sehingga yang bersangkutan membutuhkan rawat jalan atau pemulihan minimal selama 1 minggu. Febri Diansyah memastikan bahwa surat tersebut sebenarnya sama sekali tidak mempengaruhi agenda pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK.

“Benar KPK telah menerima surat pemberitahuan keterangan sakit atas nama Deisti Astiani Tagor, yang tak lain merupakan istri dari Setya Novanto, mantan Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2009 hingga 2014, yang bersangkutan masih menjalani proses pemulihan minimal selama 1 minggu atau 7 hari lagi,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Febri Diansyah juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat penyidik KPK akan menjadwalkan ulang terkait pemeriksaan dan pemanggilan terhadap Deisti Astiani Tagor. Deisti akan diperiksa sebagai saksi dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor). Kasus Tipikor yang dimaksud adalah proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional yang berbasis elektronik atau e-KTP.

“Deisti Astiani Tagor dalam waktu dekat dijadwalkan akan diperiksa dan dimintai keterangan sebagai saksi dalam kasus perkara e-KTP, salah satunya berkaitan dengan kepemilikan saham mayoritas atau saham terbesar di PT. Mondialindo Graha Perdana, sebuah perusahaan swasta milik Deisti Astiani Tagor. Perusahaan tersebut diduga ikut menerima sejumlah aliran dana yang berasal dari proyek pengadaan e-KTP,” pungkas Febri Diansyah.

Komentar