Januari Timnas Gelar Ujicoba di GBK

44
Ilustrasi timnas Inonesia - Foto: Dokumentasi CDN.

JAKARTA – Tim nasional sepakbola Indonesia akan  menggelar uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta pada Januari 2018 mendatang. Uji coba internasional FIFA tersebut tercatat menjadi kegiatan petama sejak stadion tersebut direnovasi.

Sekretaris Jenderal Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Ratu Tisha Destria menyebut, pihkanya sudah melakukan komunikasi dengan manajemen stadion untuk rencana tersebut. “Rencananya pada Januari 2018 timnas akan melakoni uji coba internasional FIFA di GBK untuk pertama kalinya sejak stadion direnovasi,” kata Ratu Tisha di Jakarta, Senin (13/11/2017).

Dari perecanaan yang disususn, pada 2018 nanti seluruh agenda pertandingan yang digelar Timnas Indonesia akan digelar di Staion GBK. “Nantinya kami menyesuaikan jadwal pasti PSSI dengan pihak GBK,” tambah Ratu.

Terkait uji coba di Januari 2018 tersebut, Ratu menyatakan bahwa timnas akan melawan salah satu tim peserta Piala Dunia. PSSI sudah menjalin kontak dengan tujuh negara dan sudah ada satu timnas yang setuju. “Satu timnas sudah ‘deal’, tetapi saya belum bisa memberitahukan dari negara mana,” tambahnya.

Sebelum itu menjalani laga di 2018, Timnas Indonesia akan melakoni uji coba internasional terakhir di 2017 melawan timnas U-23 Suriah pada Sabtu (18/11/2017) dan kontra timnas Guayna pada Sabtu (25/11/2017). Namun, pertandingan-pertandingan yang akan digelar di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat itu dilakukan di luar kalender FIFA. Sehingga apapun hasilnya tidak akan mempengaruhi posisi Indonesia di peringkat FIFA.

Direktur Utama Pusat Pengelolaan Kompleks Gelora Bung Karno (PPK-GBK) Winarto mempersilakan tim nasional sepak bola Indonesia melakukan pertandingan uji coba internasional FIFA di Stadion Utama GBK pada Januari 2018. Dia mengatakan, laga tersebut juga akan dimanfaatkan sebagai uji coba stadion utama serta fasilitas di dalamnya.

“Sekalian untuk uji coba agar bisa dilihat di mana kekurangannya. Salah satu yang bisa dipantau nantinya yaitu kerja video pengenal wajah atau face recognition video yang dipasang setelah 31 Desember 2017,” kata Winarto.

Namun, dia melanjutkan, sebelum memastikan laga digelar di GBK, ada hal penting yang harus dipertimbangkan oleh PSSI yaitu keamanan dan kenyamanan penonton. Hal ini penting karena meski Stadion Utama GBK dipastikan selesai pada 31 Desember 2017, area di sekitarnya masih akan dipenuhi oleh jejak-jejak renovasi arena lain yang bisa membahayakan penonton.

“Karena kami merombak total semuanya, kawasan itu masih penuh dengan peralatan renovasi setidaknya sampai Maret 2018. Itu kan batu-batu, besi-besi yang ukurannya panjang dan besar sehingga bisa mencelakakan orang. Namun sekali lagi, kami mempersilakan timnas bertanding di stadion utama asalkan PSSI bisa memastikan keadaan aman dan tidak membahayakan. Ini merupakan bentuk dukungan terhadap kemajuan olahraga khususnya sepak bola,” ujar Winarto. (Ant)

Komentar