Jordania Tuan Rumahi Pertemuan Anti IS

44
Ilustrasi Jordania - Foto : Wikipedia

AMMAN – Jordania telah menjadi tuan-rumah satu pertemuan kelompok kerja mengenai stabilisasi yang berafiliasi pada Koalisi Global untuk menghadapi IS. Kegiatan tersebut digelar melalui kerja sama dengan Uni Emirat Arab (UAE) dan Jerman.

Dalam pembukaan pertemuan pada Ahad (12/11/2017) hadir 100 peserta dari 32 negara dan organisasi. “Amman sudah dan akan tetap berada di garis depan dalam memerangi terorisme, yang mengancam keamanan dan nilai semua pihak,” Penasehat Menteri Luar Negeri Jordania Nawwaf At-Tal, Selasa (14/11/2017).

At-Tal mengatakan, dengan menjadi tuan-rumah pertemuan yang di gelar kedua kalinya tahun ini, Jordania mengirim pesan jelas kepada dunia bahwa negara tersebut berkomitmen untuk memerangi kelompok teror IS. Jordania siap membangun keberhasilan di daerah yang dibebaskan.

Ia menegaskan pentingnya keberhasilan militer melawan IS baru-baru ini. Namun keberhasilan militer tersebut mesti diikuti oleh upaya kemanusiaan, pembangunan dan politik. Pejabat tersebut menambahkan Jordania siap menjadi gerbang bagi pembangunan kembali Irak.

Sekretaris Jenderal Kabinet Irak Mahdi Allaq mengatakan, Irak sangat mengharapkan dukungan masyarakat internasional guna melaksanakan proyek pembangunan kembali. Pemerintah Irak berhasrat pada kembalinya warga Irak yang kehilangan rumah dan mencapai perujukan dalam masyarakat serta dihilangkannya benda perangkap untuk memungkinkan kembalinya warga Irak ke daerah yang dibebaskan.

Para pejabat Uni Emirat Arab menyuarakan penghargaan bagi dukungan Jordania buat semua upaya dalam memerangi terorisme dan karena menjadi tuan-rumah pertemuan itu. Para peserta menggaris-bawahi perlunya kerja sama yang berlanjut dan koordinasi guna memerangi aksi teror di seluruh dunia.

Raja Abdullah II dari Jordania pada pembukaan pertemuan mengatakan, upaya terkoordinasi diperlukan untuk menangani ancaman yang ditimbulkan oleh gerilyawan IS dan kelompok Boko Haram. Selain Raja Jordania hadir dalam pertemuan tersebt Presiden Guinea Alpha Conde di Ibu Kota Jordania, Amman, tempat ia mengatakan IS dan Boko Haram adalah masalah global.

“Kita semua harus bekerjasama untuk menghadapi bahaya mereka terhadap wilayah ini dan terhadap pemuda,” kata Raja Abdullah.

Kedua pemimpin tersebut juga membicarakan hubungan bilateral dan perkembangan regional. Pertemuan tersebut menekankan Jordania dan Guinea memiliki pandangan yang sama mengenai bermacam masalah. Mereka mengatakan potensi besar bagi peningkatan kerja sama di bidang keamanan, militer dan ekonomi.

Sementara itu Conde menyampaikan keinginan untuk meningkatkan kerja sama dengan Jordania di berbagai bidang dan mengatakan ia terkesan dengan Pusat Pelatihan Operasi Khusus II Raja Abdullah. Presiden Afrika tersebut mengatakan ia membahas dengan insan pengusaha peluang yang tersedia bagi kerja sama, dan menyerukan pembukaan kedutaan besar di Guinea, yang akan membantu mendorong hubungan di segala tingkat.

Berbagai rencana dirancang bagi forum bisnis gabungan Jordania-Guinea. Pembahasan juga dipusatkan pada peningkatan kerja sama Arab-Afrika di berbagai bidang. (Ant)

Komentar