Kaltara Alokasikan Anggaran Penambahan Rute Penerbangan Perbatasan

39
Ilustrasi bandara di Indonesia - Foto : Dokumentasi CDN

NUNUKAN — Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menganggarkan empat tambahan rute baru penerbangan di wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia pada APBD Perubahan 2017.

Penambahan rute baru itu dianggarkan sebesar Rp3,7 miliar termasuk rute penerbangan sebelumnya untuk dua bulan terakhir sebagai subsidi bagi ongkos angkut penerbangan perintis dengan frekuensi dua kali sebulan, ujar Gubernur Kaltara Irianto Lambrie melalui pesan tertulisnya, Senin.

Baca juga: Penerbangan di Bandara Supadio Kembali Normal

Alokasi anggaran ini atas permintaan masyarakat di wilayah perbatasan dan tingginya animo masyarakat menggunakan angkutan udara dari daerahnya ke wilayah kota dan kabupaten.

“Dana tambahan ini dialokasikan untuk mengakomodasi frekuensi terbang dua bulan (November dan Desember) pada 2017 ini,” kata dia.

Bahkan melalui anggaran itu juga pada Nopember 2017 ini menjadi 10 rute penerbangan yang dibiayai APBD Perubahan 2017 dari sebelumnya sembilan penerbangan yang dibiayai APBD 2017 ke wilayah perbatasan yang disubsidi Pemprov Kaltara.

Mengenai anggaran sebesar Rp3,7 miliar, Irianto Lambrie menyatakan, proses tendernya sedang berjalan. Ia juga mengharapkan, pada awal 2018 tidak ada lagi jeda penerbangan bagi masyarakat perbatasan di daerahnya.

Baca juga: Bappenas: Bandara Kertajati Pusat Pertumbuhan Baru

Menurut dia, Pemprov Kaltara mengupayakan penerbangan awal tahun sudah dimulai Januari dengan catatan APBD 2018 telah disahkan DPRD setempat sebelum akhir Desember 2017.[Ant]

Komentar