hut

Kayu Bekas Peti Kemas Jadi Barang Bernilai Tinggi

PONOROGO — Hakim (26 tahun) warga Jalan Nangka No.10, Desa Sedarat, Kecamatan Balong membuat kerajinan berbahan dasar kayu bekas peti kemas jenis jati belanda mulai dari tas kayu, talenan, siluet foto hiasan dinding, jam dinding bulat/kotak siluet, gantungan kunci dan souvenir pernikahan.

Dipilihnya jati belanda karena kayu jenis ini memiliki serat yang bagus. Bermula sejak dua tahun lalu, usaha yang diberi nama kadoku/pdcraft ini sukses dilirik pembeli.

Dibantu dua orang rekan kerja dan istri, ia bahkan telah menjual tas kayu buatannya hingga ke Turki dan Jepang. “Selain itu juga pesanan datang dari Sumatera, Jawa dan Kalimantan,” jelasnya kepada Cendana News, Selasa (7/11/2017).

Alumni Politeknik Seni Yogyakarta memulai usahanya dari Yogyakarta namun saat ini sudah dipegang oleh dua rekan kerjanya sedangkan di Ponorogo dipegang langsung oleh Hakim dan istrinya. Ia memasarkan produknya melalui media sosial instagram dengan nama @kadoku91 dan @pdcraft91.

“Kami membanderol harga mulai dari Rp4500 hingga ratusan ribu,” tuturnya.

Untuk siluet, Hakim mengaku dalam dua hari sudah jadi. Mulai dari pengiriman foto, desain yang tepat baru diproses dicetak di permukaan kayu. Ia memilih teknik cetak CMYK dengan finishing soft glossy.

“Jadi cetakan siluetnya bisa lebih awet dan tahan luntur,” cakapnya.

Sedangkan untuk tas kayu Hakim membutuhkan waktu sekitar satu bulan karena prosesnya lebih rumit, apalagi saat membuat tutup dan bagian dalam tas. Dalam sebulan pesanan ada sekitar 50 buah.

“Tas kayu harganya mulai dari Rp460 ribu sampai Rp550 ribu,” tuturnya.

Ditanya terkait kesulitan, Hakim menerangkan sulit menemukan bahan baku kayu jati belanda di Ponorogo kalau pun ada harganya masih mahal. Akhirnya ia memilih mendatangkan bahan baku dari Yogyakarta.

“Selain itu juga kalau ada pemesan siluet fotonya tidak jelas atau resolusinya kecil jadi detailnya tidak jelas,” imbuhnya.

Hakim berharap ke depannya ia bisa terus memperbesar usaha dengan mengembangkan produk-produk unik berbahan dasar limbah.

“Supaya limbah yg dipandang sebelah mata menjadi barang yg lebih bernilai,” pungkasnya.

Produk hasil buatan Hakim berbahan kayu bekas peti kemas/ Foto : Charolin Pebrianti.

 

Lihat juga...