BKKBN Canangkan Satu Kecamatan Satu Kampung KB

PONOROGO – Usai dicanangkan menjadi program nasional, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kabupaten Ponorogo mulai menggalakkan satu kecamatan satu kampung KB. Pemilihan desa atau kampung tersebut berdasarkan angka pemakai KB terendah dalam lingkup satu kecamatan. Dalam wilayah Kabupaten Ponorogo sendiri ada 21 kecamatan dengan 22 kampung KB.

Kepala BKKBN Kabupaten Ponorogo, Harjono, saat ditemui menuturkan, kampung KB tersebut selain meningkatkan penggunaan alat kontrasepsi dari masing-masing desa pada pasangan usia subur, juga untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Salah satu kampung KB, Desa Pager, Kecamatan Bungkal/ Foto: Charolin Pebrianti

“Di Ponorogo sudah 66,74 % masyarakat memakai alat kontrasepsi dari total seluruh pasangan usia subur,” jelasnya kepada Cendana News, Jumat (24/11/2017).

Penggunaan kontrasepsi beragam, mulai dari IUD, MOW, MOP, kondom, implant, suntik dan pil. Namun yang masih dominan di wilayah Ponorogo alat kontrasepsi dengan suntik, disusul IUD, dan implan.

“Masyarakat sudah mulai mengerti pentingnya alat kontrasepsi, ini bagus dengan terbukanya wawasan semakin menambah tingkat kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Menariknya, alat kontrasepsi MOP atau Metode Operasi Pria kini semakin digemari di Ponorogo. Terhitung hingga Oktober 2017 ini sudah ada 574 pria berani melakukan MOP. Kesadaran para pria untuk ikut ambil bagian dalam keluarga, membuat angka pemakai MOP meningkat tiap tahun.

“Namun ada beberapa persyaratan sebelum melakukan MOP, tidak boleh sembarangan,” lanjutnya.

Menurut bapak dua orang anak ini, prosedur yang harus dilalui anak harus melewati usia balita, kemudian istri tidak cocok menggunakan alat kontrasepsi yang ditawarkan, dan sudah tidak lagi menginginkan anak, terakhir lolos dari pemeriksaan medis.

“MOP itu hanya operasi kecil paling sekitar 10-15 menit,” pungkasnya.

Lihat juga...