Keterbatasan Lahan Dorong Warga Penengahan Bertani Dengan Polybag

Editor : Mahadeva Wahyu Sugianto

65
Rudy dan anaknya Dony merawat dan menanam cabai dengan media polybag sebagai siasat keterbatasan lahan yan dimiliki - Foto Henk Widi

LAMPUNG – Keterbasan luasan lahan tak mematahkan semangat warga warga Dusun Karanganyar Desa Klaten Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan untuk bertani cabai rawit caplak. Nilai ekonomis dari cabai mendorong warga untuk menanamnya meski tidak memiliki lahan yang luas.

Rudi (36) salah satu warga yang mencoba untuk menanam cabai dengan media pot polybag sebagai media penanaman cabai rawit caplak. Penggunaan polybah menjai pilihan untuk mensiasati keterbasan lahan. Untuk keamanan sistem pemagaran menggunakan bamboo menghindari gangguan ayam dan hewan ternak yang ada di sekitar rumah dipergunakan.

Rudi tercatat menanam sebanyak 100 polybag untuk budidaya tanaman cabai rawit caplak. Bermodalkan bibit yang dibeli dari toko pertanian seharga Rp35.000 yang semuanya sudah disemai pada bedengan khusus kini tanamannya sudah dipindahkan ke pot polybag.

Sejak dua tahun silam ia bahkan menanam cabai rawit caplak selama dua kali dengan hasil sekali panen rata rata sebanyak 20 kilogram dipergunakan untuk kebutuhan sendiri dan sebagian dijual ke warung penjual gorengan.

“Pada awalnya saya membudidayakan 100 polybag, selanjutnya ini akan memperbanyak jumlah polybag karena media polybag masih banyak lahan yang bisa dimanfaatkan. Sementara hasilnya tetap lumayan bagus,” terang Rudi saat ditemui Cendana News, Selasa (14/11/2017)

Selain melakukan penanaman cabai rawit caplak Rudi juga melakukan budidaya penanaman serai dan juga tanaman bawang merah dalam polybag. Kedua tanaman tersebut dipergunakan sebagai sumber kebutuhan bumbu sehari hari.

Selain memanfaatkan lahan terbatas cabai caplak yang ditanam menggunakan media tanam tanah dicampur pupuk organik dari kompos pupuk kandang tersebut menjadi sarana untuk memanfaatkan limbah kotoran ternak. Proses penanaman cabai caplak dengan memanfaatkan media pot polybag tersebut dilakukan dengan mengajak serta sang anak bernama Dony yang masih duduk di kelas 5 SD.

Upaya mengajak anak dilakukan untuk mendekatkan anaknya dengan dunia pertanian. Pengenalan dilakukan mulai dari awal penyemaian hingga cara bercocok tanam cabai rawit caplak serta beberapa jenis sayuran lain menggunakan media tanam polybag.

“Saya sengaja mengajak anak anak untuk menanam cabai rawit caplak karena sejak usia dini anak harus bisa bertani dengan semakin berkurangnya anak anak zaman sekarang yang mau bertani harapannya ke depan saat dewasa anak saya terbiasa bertani,”beber Rudi.

Komentar