Ketum MES: Ekonomi Syariah Ibarat Dua Koin

Editor: Satmoko

85
Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah, Muliaman D Hadad. Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA – Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Muliaman D Hadad mengatakan, ekonomi syariah di Indonesia pada awalnya memang difokuskan sebagai sektor keuangan. Terutama sejak berdirinya Bank Muamalat tahun 1992. Namun seiring perkembangan keuangan syariah, bukan hanya bank syariah saja tapi tentu saja juga ada kegiatan riil.

“Ekonomi syariah itu ibarat dua koin, ada sisi keuangan syariah dan sisi sektor riil,” kata Muliaman pada Musyawarah Nasional (Munas) MES ke-4 2017 bertajuk “Meneguhkan Semangat Kebersamaan dalam Membangun Ekonomi Syariah Indonesia” di Menara Bank BTN, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Oleh karena itu, MES menyambut gembira dalam 5 tahun terakhir sejalan dengan pertumbuhan teknologi, Muliaman menilai, ekonomi syariah juga sudah terimbas dampak teknologi.

“Masalah financial teknologi (fintech), misalnya, saya kira ini juga harus dimanfaatkan secara keuangan dan ekonomi syariah,” tegasnya.

Menurutnya, kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan teknologi menjadikan sisi keuangan dan ekonomi syariah tidak relevan. Oleh karena itu, agar relevan dituntut banyak inisiatif dan inovatif kemudian mampu memenuhi kebutuhan pasar.

“Jadi tantangannya bukan semakin kecil tapi semakin berat dan perlu kerja keras,” kata Muliaman.

Muliaman berharap dengan perkembangan wisata syariah dan pariwisata syariah, terkait fashion, farmasi, hotel, restoran dan sebagainya, akan melengkapi perkembangan keuangan syariah yang relatif sudah lebih dulu maju.

Komentar