KPK Periksa Zulhendri Hassan, Saksi Tersangka Markus Nari

Editor: Satmoko

73
Juru Bicara KPK Febri Diansyah. Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA – Penyidik KPK hari ini memanggil dan melakukan pemeriksaan terhadap Zulhendri Hassan, Wakil Bendahara Umum (Wabendum) Partai Golkar. Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka Markus Nari, mantan Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia yang kebetulan juga merupakan kader atau politisi Partai Golkar.

Berdasarkan pantauan Cendana News langsung dari Gedung KPK Jakarta, Zulhendri Hassan tampak terlihat sudah tiba di lobi ruang tunggu Gedung KPK Merah Putih, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan. Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah hingga saat ini belum memberikan keterangan secara detil terkait materi pemeriksaan yang dilakukan penyidik KPK.

Zulhendri Hassan sedang mengisi daftar hadir di Gedung KPK. Foto: Eko Sulestyono

“Yang bersangkutan akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari) yang diduga telah menghalangi atau merintangi penyidikan terkait kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional yang berbasis elektronik. Sementara itu dulu informasi yang dapat kita sampaikan,” kata Febri Diansyah saat dikonfirmasi wartawan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Sementara itu, Zulhendri Hassan saat ditanya wartawan di Gedung KPK Jakarta membenarkan bahwa pemanggilan terhadap dirinya dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari). Menurut keterangan Zulhendri Hassan, pemanggilan dirinya sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari) karena kebetulan mereka sama-sama pernah menjadi politisi Partai Golkar.

Sebelumnya Zulhendri Hassan sempat mangkir atau tidak memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi yang diagendakan oleh penyidik KPK. Namun dirinya membantah bahwa adanya tuduhan sengaja mangkir atau menghindar. Zulhendri Hassan telah menghubungi KPK untuk meminta penjadwalan ulang karena alasan kesibukan pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan.

“Saya tidak bermaksud mangkir atau sengaja menghindar dari pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik KPK. Saya hanya meminta kepada KPK untuk melakukan penjadwalan ulang terkait kesibukan pekerjaan, akhirnya hari ini baru bisa datang ke Gedung KPK untuk memenuhi panggilan pemeriksaan sebagai saksi untuk tersangka MN (Markus Nari),” pungkas Zulhendri Hassan.

Hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh penyidik KPK terkait sejauh mana dirinya mengenal tersangka Markus Nari. Keterangan Zulhendri Hassan diperlukan penyidik KPK untuk melengkapi Berkas Perkara Pemeriksaan (BAP) untuk tersangka Markus Nari terkait dugaan menghalangi atau merintangi penyidikan KPK atas kasus perkara e-KTP Nasional.

 

Komentar