Kualitas Air Rendah, PDAM Balikpapan: Kendala Listrik

Editor: Satmoko

44
Direktur Utama PDAM Balikpapan Haidir Effendi (berbaju putih) saat hearing Ombudsman RI Perwakilan Kaltim. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Sebagian masyarakat Balikpapan hingga kini masih mengeluhkan kualitas air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Balikpapan, menyusul kualitas air yang dihasilkan masih keruh dan menguning. Dengan demikian, peningkatan kualitas air bersih yang diproduksi PDAM belum terealisasi.

Direktur utama PDAM Balikpapan, Haidir Effendi menjelaskan, proses pengelolaan dan pendistribusian air bersih yang dikelola PDAM sangat mengandalkan pengadaan energi listrik.

“Kualitas mutu air yang didistribusikan PDAM disebabkan berbagai faktor termasuk energi listrik dari PLN. Listrik nggak stabil, padahal pompa air membutuhkan energi listrik yang stabil. Karena pompa memutar dan menyedot,” terangnya, Rabu (15/11/2017).

Selama ini pasokan air baku bersumber pada waduk Manggar sebesar 1.200 liter/detik. Adapun kebutuhan air baku untuk kota Balikpapan diperkirakan sebanyak 1.700 liter/detik.

“Pasokan air bersih sejauh ini masih waduk Manggar dan sumur dalam. Harapannya nanti tahun 2018, waduk Teritip bisa beroperasi dapat memenuhi kebutuhan air bersih,” beber Haidir.

Dikatakannya, kualitas air PDAM sangat bergantung pada kecukupan daya listrik untuk menstabilkan aliran air selama 24 jam. “Pompa waduk itu diperlukan kestabilan listrik. Kalau belum tercukupi, maka akan mengganggu sistem penyaluran dalam pendistribusian air,” ucapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, pihaknya menambahkan, belum ada solusi yang tepat karena masalah utamanya adalah pengadaan alat, mengingat anggarannya terbatas.

Komentar