Kupang Butuh Rp100 Miliar Bangun Insfrastruktur Jalan

KUPANG — Pemerintah Kota Kupang membutuhkan anggaran Rp100 miliar untuk menuntaskan pembangunan infratsruktur jalan di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu.

“Kebutuhan itu tentunya akan secara bertahap diperoleh karena bantuan alokasi hanya berada di angaka Rp50 miliar. Pemerintah harus mencari jalan lain untuk bisa memenuhi jumlah sesuai kebutuhan itu,” kata Wali Kota Kupang Jefri Riwu Kore di Kupang, Jumat (10/11).

Dia mengaku dalam konteks pembangunan dan penataan ruang dan bangunan di Kota Kupang juga akan turut diselesaikan juga persoalan infrastruktur yang ada. Hal itu untuk kepentingan pemanfaatan bagi kelancaran pemenuhan kebutuhan masyarakat daerah ini.

Terkait rencana tata bangunan dan lingkungan di daerah ini, khusus segmen dan koridor lima, Pemerintah Kota Kupang juga akan memasukan kawasan Teluk Kupang sebagai kawasan target penataan.

“Kami sudah membahasnya dalam forum bersama rapat persiapan pembangunan koridor lima tahun anggaran 2018, Kamis (9/10) kemarin,” katanya.

Pada prinsipnya, kata Jefri, semua yang berkaitan dengan penataan bangunan dan lingkungan akan berpatokan kepada rencana segmentasi berbasis koridor sehingga bisa lebih tepat sasaran.

Kerja sama dan bantuan semua pihak, baik Pemerintah Provinsi NTT juga Pemerintah Pusat dan seluruh stakeholder lainnya diyakini akan mampu memberikan kemajuan positif bagi seluruh rencana pembangunan di daerah ini.

Sekretaris Daerah Kota Kupang Bernadus Benu secara terpisah mengatakan, ada sejumlah prioritas yang menjadi sasaran pembanguna lima tahun ke depan, yaitu persoalan air bersih, infrastruktur dan lampu jalan.

Dia mengaku tiga persoalan yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Kupang itu juga menjadi kebutuhan warga di wilayah ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Timur itu yang patut dipenuhi.

Khusus untuk infratsruktur, akan diperluas pembangunan jalan lingkungan di sejumlah titik wilayah yang belum terjangkau.

“Termasuk jembatan penghubungnya agar tidak tersendat transportasinya,” katanya.

Terhadap jalan dan jembatan itu, bersama Badan Anggaran DPRD Kota Kupang, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp175 miliar lebih.

“Anggaran ini akan terus mengalami penambahan sesuai kebutuhan di perubahan anggaran nantinya,” kata Bernadus.

Semengtara untuk kebutuhan lampu jalan, untuk 2017 ini Pemerintah Kota Kupang membangun 3.000 titik nyala di sejumlah titik lokasi yang masih dinilai gelap.

Untuk kepentingan ini akan bekerja sama dengan pihak kelurahan untuk memastikan titik kebutuhan lampu jalan di lokasi yang dinilai masih gelap dan butuh tambahan lampu jalan.

Dengan penerangan jalan yang terus ditambah itu, maka diyakini akan mengubah daerah ini menjadi daerah yang terang-benderang dan tentunya akan memberikan kenyamanan bagi warga setempat.

“Kalau seluruh wilayah ini terang benderang di malam hari maka dijamin gangguan kamtibmas tentu akan sangat terkendali. Masyarakat pun akan semakin nayman terutama bila ingin beraktivitas di malam hari,” katanya.

Bernadus juga berharap agar warga bisa sama-sama menjaga seluruh fasilitas yang akan disediakan oleh pemerintah demi keberlangsungan pemanfaatannya.

“Misalnya lampu jalan agar tidak dilempar dan dirusak. Begitu juga jalan yang dibangun tidak dirusak untuk kepentingan apapun,” katanya (Ant).

Lihat juga...