Mensos: Beras dan Telur Sumber Pengeluaran Terbesar Keluarga Miskin

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

63
Mensos Khofifah Indar Parawansa saat acara penyerahan bantuan sosial PKH dan BPNT di Yogyakarta, Rabu/Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA — Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menyebutkan, beras, telur dan rokok menjadi sumber pengeluaran terbesar keluarga miskin di Indonesia saat ini. Pihaknya akan berupaya memenuhi dengan memprioritaskan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pada 2018 mendatang untuk komoditas beras dan telur.

“Berdasarkan survei BPS, keluarga kurang mampu ternyata pengeluarannya nomor satu itu selalu beras, lalu nomor dua telur dan ketiga rokok. Karena itu sesuai Pedoman Umum baru yang dikeluarkan Kemenko PMK, maka tahun depan BPNT hanya akan dikonversikan ke beras dan telur,” katanya saat acara penyerahan bantuan sosial PKH dan BPNT di Yogyakarta, Rabu (15/11/2017).

Baca juga: Mensos: Harus Mampu Selami Kemauan Kids Zaman Now

Mensos sendiri menargetkan pada November 2017 ini, pihaknya mampu menuntaskan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap empat maupun Program Keluarga Harapan (PHK) tahap enam. Yakni dengan menerjunkan tim khusus, yang diprioritaskan di 44 kota yang pada 2017 telah mengkonversi bantuan Rastra ke bahan pangan.

“Untuk tahun ini beras, minyak dan telur. Tapi tahun depan hanya beras dan telur. Saya berharap pemerintah daerah, dapat mengawal agar penyaluran terdistribusi dengan tuntas pada November ini,” katanya.

Baca juga: Mensos: Penyaluran BPNT dan PKH Tuntas Bulan Ini

Sementara itu Mensos kembali menegaskan, di 2018, pihaknya akan melakukan pencairan kembali bantuan sosial baik PKH maupun BPNT. Yakni dengan target penambahan total penerima sebanyak 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

“Untuk PKH sekarang total secara nasional ada enam juta penerima. Tahun depan akan kita tingkatkan menjadi 10 juta penerima. Sementara untuk BPNT saat ini ada 1,28 juta penerima, Tahun depan kita tingkatkan menjadi 10 juta penerima, yakni sebagai pengganti program rastra,” katanya.

Komentar