Miryam S. Haryani Divonis 5 Tahun Penjara

Editor: Irvan Syafari

47
Terdakwa Miryam S. Haryani saat jumpa pers di PN Jakarta Pusat/Foto: Eko Sulestyono.

JAKARTA — Akhirnya Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan secara resmi telah menjatuhkan hukuman atau vonis kepada Miryam S. Haryani, mantan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Persidangan Miryam S. Haryani berlangsung di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pemgadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Selama persidangan berlangsung, Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan berulang kali menyatakan dan menyebutkan bahwa, Miryam S. Haryani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah karena dengan sengaja telah memberikan keterangan palsu atau memberikan keterangan yang tidak benar pada saat dirinya bersaksi dalam persidangan kasus perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Miryam belakangan diketahui juga pernah mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) karena dirinya mengaku diancam atau ditekan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Miryam dalam persidangan mengaku tidak merasa nyaman atau berada dalam tekanan pada saat dirinya menjalani pemeriksaan terkait kasus perkara Tipikor di Gedung KPK Jakarta.

Kasus perkara Tipikor yang dimaksud adalah berkaitan dengam keterangan yang disampaikan Miryam S. Haryani seputar proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) Nasional berbasis elektronik atau e-KTP. Sementara itu menurut keterangan resmi yang pernah disampaikan penyidik KPK, proyek pengadaan e-KTP tersebut berpotensi merugikan anggaran keuangan negara sebesar 2,3 triliun rupiah.

“Terdakwa Miryam S. Haryani secara sah dan meyakinkan telah terbukti bersalah dan dihukum selama 5 tahun penjara, ditambah kewajiban membayar denda sebesar Rp200 juta. Terdakwa juga dikenai hukuman subsider atau kurungan selama 3 bulan. Demikian persidangan ini secara resmi saya nyatakan selesai dan ditutup” jelas Franky Tumbun, Ketua Majelis Hakim di Gedung PN Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017).

Franky Tumbun kemudian sempat memberikan kesempatan dan waktu beberapa menit kepada terdakwa Miryam S. Haryani untuk berunding dengan anggota tim kuasa hukum sekaligus pengacaranya. Tak lama kemudian terdakwa Miryam menyampaikan kepada Ketua Majelis Hakim bahwa dirinya untuk sementara masih belum bida menentukan sikap atas vonis putusan tersebut.

“Terkait putusan atau vonis yang baru saja dibacakan oleh Yang Mulia Katua Majelis Hakim, untuk sementara saya masih akan pikir-pikir dulu. Belum tahu apakah nanti saya akan mengajukan banding atau menerima putusan tersebut. Saya akan berkonsultasi dengan pengacara sekaligus kuasa hukum sebelum mengambil suatu keputusan,” kata Miryam dalam persidangan.

Komentar