Miryam S. Haryani Jalani Sidang Putusan Terkait Keterangan Palsu

Editor: Irvan Syafari

33
Terdakwa Miryam S. Haryani di ruang sidang/Foto: Eko Suletsyono.

JAKARTA — Miryam S. Haryani, mantan Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) hari ini dijadwalkan menjalani sidang vonis atau putusan. Persidangan Miryam S. Haryani tersebut berkaitan dengan kasus perkara memberikan keterangan palsu atau keterangan tidak benar dalam persidangan terkait proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik atau e-KTP.

Persidangan digelar di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat. Ini merupakan persidangan terakhir atau persidangan pamungkas untuk terdakwa Miryam S. Haryani, nanti Ketua Majelis Hakim yang memimpin jalannya persidangan dijadwalkan akan membacakan vonis atau putusan.

Berdasarkan pantuan Cendana News langsung dari Gedung PN Jakarta Pusat, hingga saat ini persidangan baru saja dimulai, terdakwa Miryam S. Haryani tampak terlihat sudah duduk kursi persidangan. Miryam sempat tersenyum saat para wartawan media cetak dan elektronik sedang mengabadikan gambar atau foto dirinya sebelum memasuki ruangan persidangan.

“Hari ini saya dijadwalkan kembali menjalani persidangan lanjutan yaitu sidang vonis terkait pemberitaan keterangan palsu dalam persidangan kasus perkara proyek pengadaan e-KTP di PN Jakarta Pusat. Ngomong-ngomong apa kalian tidak bosan foto dan mengambil gambar saya selama persidangan ini berlangsung?” kata Miryam S. Haryani di Gedung PN Jakarta Pusat, Senin (13/11/2017).

Sementara itu. dalam persidangan sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diketahui menuntut terdakwa Miryam S. Haryani dengan hukuman selama 8 tahun penjara. Kemudian yang bersangkutan juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp300 juta dan ditambah dengan hukuman subsider selama 6 bulan kurungan penjara.

JPU KPK dalam dakwaannya juga menyebutkan bahwa selama ini terdakwa Miryam S. Haryani diduga telah memberikan keterangan yang tidak benar atau keterangan palsu pada saat yang bersangkutan bersaksi dalam persidangan kasus perkara proyek pengadaan e-KTP di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Manurut pandangan JPU KPK, terdakwa Miryam S. Haryani selama ini diduga mengarang atau merekayasa kesaksian bahwa dirinya mengaku mendapatkan ancaman atau merasa berada di bawah tekanan pada saat dirinya dipanggil dan diperiksa sebagai saksi oleh penyidik KPK di Gedung KPK Jakarta.

Padahal dalam kenyataannya penyidik KPK sama sekali tidak pernah terbukti melakukan tekanan atau ancaman selama melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan kepada Miryam S. Haryani dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus perkara proyek pengadaan e-KTP. Miryam S. Haryani juga sempat mencabut Berkas Acara Pemeriksaan (BAP) selama dirinya menjalani pemeriksaan di Gedung KPK Jakarta.


Suasana persidangan Miryam S. Haryani di PN Jakarta Pusat/Foto: Eko Sulestyono.

Komentar