Olah Kayu Lame jadi Suvenir Bernilai Jual Tinggi

Editor: Satmoko

211
Ade Supardi, salah seorang perajin seni ukir dan suvenir dari kayu lame di Kota Banjar. Foto: Baehaki Efendi

BANJAR – Ade Supardi (30) salah seorang warga di lingkungan Siluman Baru, RT 35, RW 16, Kelurahan Purwaharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat, mampu mengolah kayu lame menjadi sebuah kerajinan yang bernilai seni tinggi. Harga jualnya juga cukup lumayan sehingga bisa meraup banyak keuntungan. Wilayah pemasarannya pun bisa merambah kota-kota besar yang ada di Indonesia.

Di tangan Ade, kayu lame yang banyak ditemukan di daerah hutan Pedesa tersebut, diubah menjadi kerajinan dan ukiran kayu. Di antaranya, bentuk harimau, kujang, wayang, peluru, tempat tisu, wadah pinsil, pigura, tempat kaligrafhi, plakat piala, dan lain-lain.

“Selain dijual di wilayah Kota Banjar, hasil kerajinan dan ukir kayu lame tersebut, juga dijual secara online, dan dipasarkan ke daerah-daerah seperti Jakarta, Bogor, Bali, Surabaya, Pekanbaru, Jambi, dan masih banyak daerah lainnya,” ungkap Ade, saat ditemui di lokasi pembuatan kerajinan miliknya, Selasa (14/11/2017).

Menurut Ade, usaha kerajinan dan ukir kayu ini sudah ditekuninya sejak tahun 2104 lalu. Keseriusan, ketekunan, kenekatan dan keuletan Ade, tersebut berbuah kesuksesan, sehingga kini dirinya bisa mempekerjakan dan memberi upah 2 pekerjanya tersebut.

Untuk di wilayah Kelurahan Purwaharja sendiri, hanya dirinya saja yang menggeluti, menekuni, usaha kerajinan ini.  Harga yang dipatok juga bervariasi, mulai dari 50 ribu hingga ratusan ribu rupiah. Tergantung dari ukuran dan tingkat kerumitan ukiran model yang dipesan, bahkan omset per bulan mencapai Rp3 – 5 juta. Dalam sehari kelompok usaha ini bisa menghasilkan sebanyak 60 buah jenis kerajinan.

Ade mengungkapkan, meski dari segi pemasaran tidak mengalami kendala, namun usaha kerajinan tangan yang digeluti sejak 3 tahun lalu tersebut masih menggunakan alat-alat manual dan tradisional. Untuk mempermudah dan mendukung kerajinan yang terus dikembangkan tersebut, ia masih berharap dan membutuhkan dukungan dari Pemerintah Kota Banjar, terutama di bidang pemberian bantuan peralatan dan permodalan.

Ade menambahkan, dirinya bersama para perajin lainnya, sangat berharap Pemerintah Kota Banjar bisa membangun galeri untuk memamerkan dan menampung hasil kerajinan yang dibuat oleh para perajin yang ada di wilayah Kota Banjar. Serta membangun dan mendirikan kios-kios tempat berjualan para perajin atau yang dikenal dengan istilah pasar sentral kerajinan tangan di Kota Banjar.

Komentar