Operasi SAR di Sungai Way Semaka, Tiga Jenazah Ditemukan

Editor: Satmoko

82
Proses evakuasi jenazah korban tenggelam paska jatuh di jembatan gantung sungai Way Semaka [Foto: Henk Widi/Ist]

LAMPUNG – Pada hari ketiga pasca terjatuhnya Danang (16) di jembatan gantung Way Semaka Pekon Banjarnegoro Kecamatan Wonosobo Kabupaten Tanggamus, tim SAR terus melakukan pencarian di sepanjang alur sungai Way Semaka hingga ke perairan laut Teluk Semaka.

Menurut Deny Kurniawan, kepala seksi humas kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung, proses pencarian korban bernama Danang akhirnya berhasil ditemukan bahkan bersama dua jasad korban lain yang juga tenggelam di lokasi yang sama beberapa jam sebelumnya bernama Anton (21) dan Adi (18) yang terjatuh di jembatan gantung yang sama.

Deni Kurniawan selaku kepala seksi humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung dalam keterangan yang diterima Cendana News menyebut, sesuai perkembangan operasi SAR hari ke-3 di sungai Semaka Banjarnegoro Kecamatan Wonosobo kabupaten Tanggamus Lampung, proses pencarian terhadap korban yang terjatuh di sungai Semaka terus dilanjutkan dengan melakukan searching area hingga radius 13 kilometer dari titik kejadian musibah (TKM) dan berhasil menemukan korban bernama Danang di bagian muara sungai Way Semaka. Berikut jasad satu korban lain tak jauh dari lokasi ditemukannya jasad Danang.

“Personil pencarian dan pertolongan dilakukan dengan metode penyisiran di area muara sungai hingga ke laut. Korban atas nama Danang berhasil ditemukan selanjutnya tim juga menemukan dua jenazah korban lain di lokasi yang berbeda atas nama Adi dan Anton,” terang Deny Kurniawan selaku kepala seksi humas kantor pencarian dan pertolongan Lampung dalam keterangan yang diterima Cendana News, Selasa (14/11/2017).

Tiga jenazah korban dibawa ke rumah sakit sebelum dibawa pihak keluarga [Foto: Henk Widi/Ist]
Pada hari ketiga, lanjut Deny Kurniawan, proses pencarian melibatkan anggota pos SAR Tanggamus sebanyak 6 orang, personil badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kabupaten Tanggamus sebanyak 7 orang, Polsek Wonosobo sebanyak 4 orang, Polsek Semaka sebanyak 6 orang, Puskesmas Sukaraja 4 orang dibantu aparat dan masyarakat setempat yang berada di aliran sungai Way Semaka akhirnya dihentikan setelah semua korban ditemukan dalam kondisi meninggal.

Sebelumnya diberitakan Cendana News, akses jembatan gantung dengan tali sling baja sepanjang puluhan meter dengan lantai terbuat dari papan yang melintas di atas sungai Way Semaka Kabupaten Tanggamus menelan seorang korban pengendara kendaraan roda dua bernama Danang. Ia diketahui warga Desa Sedayu Kecamatan Semaka Kabupaten Tanggamus yang melintas di jembatan yang ada di jembatan pekon Banjarnegoro Kecamatan Wonosobo seusai menonton pertunjukan musik di Kabupaten Pringsewu.

Saat melintas di jembatan gantung pada Minggu dini hari (12/11) tersebut, Danang dikabarkan bersama enam rekan lainnya berboncengan dengan menggunakan empat unit kendaraan bermotor diantaranya M. Ridho Febrian, Reza, Yoga, Aldi Saputra, Rapi dan Bayu. Diduga ambrolnya lantai jembatan terbuat dari kayu terjadi pada malam hari sehingga tidak terlihat oleh korban yang mengendarai kendaraan roda dua dalam keadaan lampu depan tidak menyala.

“Perkembangan di lapangan rupanya pada hari yang sama pada waktu kejadian terjatuhnya Danang pada Minggu dini hari, dua korban atas nama Anton dan Adi juga terjatuh di lokasi yang sama hanya berbeda jam dan keluarga tidak melaporkan ke polisi. Namun baru terungkap saat pencarian hari kedua dan ketiga ini,” ungkap Deny Kurniawan.

Berdasarkan laporan korban atas nama Anton dan Adi dikabarkan sudah tidak pulang ke rumah selama tiga hari bersamaan dengan waktu kejadian Danang terjatuh di lokasi jembatan dan terjatuh hari Sabtu (11/11) sekitar jam 22.00 WIB. Sementara Danang terjatuh di lokasi pada Minggu (12/11) sekitar jam 3 dini hari. Korban atas nama Anton menurut tim pencarian dan pertolongan ditemukan tak jauh dari jasad Danang di muara Sungai Way Semaka. Sementara jasad Adi ditemukan 5 kilometer dari lokasi kejadian musibah.

Kondisi arus deras dan air sungai yang keruh diakui Deny Kurniawan membuat proses pencarian lebih sulit. Meski proses pencarian berhasil dilakukan oleh tim dan setelah korban ditemukan jasad dibawa ke RSUD serta diserahkan ke keluarga untuk dikebumikan. Ditemukannya ketiga korban akibat terjatuh dari jembatan tersebut, sekaligus menandai operasi pencarian dan pertolongan oleh kantor operasi SAR Tanggamus selesai.

Komentar