ORI Kaltim Ajak Masyarakat Awasi Layanan Publik

Editor: Satmoko

42
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Kaltim, Syarifah Rodiah, dalam kegiatan Pertemuan Berkala III. Foto: Ferry Cahyanti

BALIKPAPAN – Guna membangun pemahaman masyarakat tentang pelayanan publik, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Kalimantan Timur mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan berperan dalam perbaikan pelayanan publik. Dalam penyelenggaraan partisipasi masyarakat, Ombudsman RI masih perlu meningkatkan dukungan dari masyarakat terkait isu yang dikawal ORI yaitu perbaikan pelayanan publik.

Partisipasi masyarakat ini melibatkan berbagai unsur anggota masyarakat seperti mahasiswa, pelajar, akademisi, jurnalis, lembaga swadaya masyarakat, komunitas profesi dan aktivis sosial. Selama ini, partisipasi masyarakat salah satunya menjadi saluran atau media bagi masyarakat untuk melapor hal yang diduga ada praktik mal administrasi pelayanan publik dan melakukan perbaikan penyelenggaraan pelayanan publik melalui edukasi serta diseminasi.

Kepala Perwakilan ORI Kaltim Syarifah Rodiah mengungkapkan, tujuan dari partisipasi masyarakat ini untuk mendapatkan dukungan masyarakat dimana masyarakat tidak hanya dilibatkan tapi memiliki pengaruh dalam proses pengambilan keputusan.

“Keterlibatan masyarakat dalam melakukan kegiatan pengawasan penyelenggaraan publik, baik dalam bentuk pernyataan maupun dalam bentuk kegiatan dengan memberi masukan,” tuturnya saat kegiatan Pertemuan Berkala III ORI Kaltim di Balikpapan, Rabu (15/11/2017).

Dalam setiap pertemuan akan berbeda-beda tema, pada hari ini tema yang diangkat adalah lingkungan hidup dan pelayanan publik bersama komunitas penggiat lingkungan.

Syarifah menjelaskan dalam waktu dekat akan ada sahabat ombudsman guna menyebarluaskan pengetahuan dan pemahaman ORI.

Suasana pertemuan berkala ORI Kaltim dan sejumlah pihak lain. Foto: Ferry Cahyanti

“Personil atau SDM yang dimiliki sangat terbatas dan cakupannya adalah satu provinsi. Anggarannya sendiri untuk melaksanakan kerja atau program ORI sebesar Rp800 juta,” katanya.

Kepala Produk Magister Ilmu Lingkungan Universitas Mulawarman, Prof Wawan Kustiawan mengatakan, kehadiran sahabat ombudsman akan sangat membantu kerja-kerja ORI, mengingat SDM yang terbatas.

“Diperlukan orang-orang yang punya kemampuan untuk ORI. 9 orang untuk satu provinsi itu kurang,” ulasnya.

Ia menambahkan, ke depan perlu penambahan SDM dan anggaran dalam melaksanakan program kerja ORI Kaltim. Apalagi yang diurusi adalah terkait pelayanan publik.

Komentar