Panen, Harga Bawang Merah Ponorogo Anjlok

Editor: Irvan Syafari.

66
Sri Widodo saat panen bawang merah/ Foto : Charolin Pebrianti.

PONOROGO – Harga bawang merah di pasar sekitar Rp16 ribu per kilogram, hal tersebut membawa dampak kerugian bagi petani. Seperti yang dialami oleh Sri Widodo, warga Desa Kunti, Kecamatan Bungkal ini mengaku kecewa dengan harga jual bawang merah di tingkat petani.

“Harganya sekitar Rp 10 ribu per kilogram, ini jauh dari kata untung,” jelasnya kepada Cendana News, Senin (13/11/2017).

Untuk dua petak lahan bawang merah miliknya, pemborong hanya menghargai Rp 11 juta. Padahal menurut Widodo sapaannya, untuk penyediaan awal bibit sekitar Rp 4 juta, belum lagi tenaga kerja sekitar Rp2 juta. Sementara untuk perawatan bawang merah yang rentan serangan ulat juga perlu biaya untuk pestisida sekitar Rp2 juta dan biaya operasional perawatan bawang merah mulai dari pengairan, pembersihan rumput serta perbaikan guludan membutuhkan tiga juta rupiah.

“Apalagi dua bulan terakhir kemarau, tiap pagi saya harus mengairi pakai diesel,” ujarnya.

Pengairan dilakukan setiap hari selama dua bulan, pasalnya kawasan Ponorogo dilanda kemarau panjang. Petani pun memilih mengairi sawahnya menggunakan diesel. Hal ini dilakukan supaya tanaman tetap tumbuh subur.

“Satu kali pengairan itu butuh solar Rp30 ribu, ini rutin selama dua bulan,” cakapnya.

Menurutnya, meski mengaku rugi Widodo terpaksa harus segera menjual tanaman bawang merah miliknya. Karena jika tidak segera dijual, bawang merah dipastikan mengalami penyusutan sebesar 30% tiap bulannya.

“Pasar tidak mau menerima bawang merah yang sudah disimpan, daripada semakin rugi terpaksa saya jual seperti itu langsung dari sawah,” tuturnya.

Panen kali ini, lanjut Widodo, memang hasil bawang merah bagus umbi besar. Namun karena banyaknya pasokan dari wilayah Nganjuk akibat panen raya, bisa dipastikan harga bawang merah merosot drastis.

“Ponorogo banyak pasokannya dari Nganjuk, jadi yang disini kalah harga,” pungkasnya.

Komentar