Pasca Penyerangan Teroris, Wagub Sumbar: Masyarakat Jangan Khawatir

Editor: Irvan Syafari.

104
Wakil Gubernur Sumatra Barat Nasrul Abit/Foto: M. Noli Hendra.

PADANG — Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Nasrul Abit meminta masyarakat menjaga kewaspadaaan saat mendapati adanya orang baru yang masuk kesuatu lingkungan tempat tinggal. Hal ini dikatakannya, menyikapi adanya kekhawatiran masyarakat dengan kejadian pembakaran Mapolres Dharmasraya yang dilakukan dua orang terduga teroris.

“Jika mendapati orang baru yang masuk kesuatu lingkungan. Wajib dilaporkan kepada pihak RT maupun RW, hal ini menyangkut keamanan. Apalagi, orang tersebut menetap sebagai penghuni baru dilokasi tempat tinggal tersebut,” ujarnya saat meperingati HUT Kesehatan Nasional, di RTH Imam Bonjol, Senin (13/11/2017).

Menurutnya, masyarakat memiliki peran untuk keamanan daerah, dari hal yang mencurigakan. Apabila masyarakat menemui warga disuatu tempat tinggal yang terlihat melakukan tindakan-tindakan yang sembunyi-bunyi, supaya bisa melaporkan ke pihak kepolisian, untuk diselediki lebih lanjut.

Ia menyebutkan, agar situasi tetap kondusif, Pemprov Sumbar sudah melakukan koordinasi dengan pihak Polda Sumbar. Dari kepolisian menyatakan akan menjamin kondisi di Sumbar tetap aman. “Dari keterangan pihak kepolisian, Brimob telah terjun ke lokasi untuk menjaga keamanan masyarakat. Jadi masyarakat tidak perlu takut adanya kejadiaan penyerangan dari terduga teroris tersebut,” katanya.

Sementara itu, pasca pembakaran Mapolres Dharmasraya tersebut, pelayanan yang ada di Polres tetap berjalan dengan semestinya. Wagub telah berkoordinasi dengan pihak Polda serta Kabupaten Dharmasraya dimana akan dibangun kantor sementara yang tidak jauh dari lokasi kantor tersebut.

“Pelayanan tetap berjalan. Apalagi Kapolda meminta pelayanan kepada masyarakat jangan sampai putus. Maka, dibangun kantor sementara. Jadi pelayanan harian kepada masyarakat akan berjalan seperti biasanya,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal menyatakan polisi telah mengantongi identitas kedua pelaku yang diduga terlibat dalam pembakaran Mapolres Dharmasraya. Dua orang tersebut bernama Eka Fitria dan Enggria yang berasal dari Provinsi Jambi. Bahkan, kedua pelaku telah melakukan otopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Padang sejak sore kemarin.

Tidak hanya itu, Kapolda juga mengatakan, kepolisian telah menghubungi keluarga kedua pelaku, untuk dimintai keterangan. Terkait penyebab kebakaran Mapolres Dharmasraya, hingga kini pihak kepolisian masih menunggu penyelidikan dan informasi lebih detail tentang penyebab kebakaran tersebut.

“Kedua pelaku saya pasti mereka teroris, setelah berhasil mengungkap identitas pelaku,” tutupnya.

Komentar