Peluncuran Buku Kesaksian ODHA, Warnai Peringatan HKN ke 53 di Sikka

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

353
Peluncuran buku Bangkit Dalam Harapan Baru yang berisi pengakuan kaum ODHA yang dilakukan oleh wakil bupati Sikka Drs.Paolus Nong Susar. Foto : Ebed de Rosary

MAUMERE — Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 53 di kabupaten Sikka yang digelar di aula Heinrich Senin (13/11/2017) pukul 20.00 WITA terasa istimewa dengan hadirnya sebuah buku yang memuat tentang kesaksian orang-orang yang terinfeksi HIV dan AIDS atau Orang Dengan HIV dan AIDS (ODHA) yang berjudul Bangkit Dalam Harapan Baru.

Dokter Asep Purnama, mengatakan, pembuatan buku ini dilakukan agar orang-orang yang tidak tertular supaya bisa mengetahui akibat melakukan kegiatan yang beresiko bisa tertular HIV.

“Awalnya buku ini ingin dibuat sendiri di lingkungan rumah sakit TC Hillers namun tidak sempat terealisasi bahkan hingga membuat proposal bantuan ke para donatur dalam dan luar negeri tapi itu pun tidak bisa terwujud,” jelasnya.

Akhirnya kata dokter Asep, Pater John Prior, SVD menghubungi beberapa frater penulis di STFK Ledalero Maumere dan bersedia sehingga pihaknya mengumpulkan 25 orang ODHA yang berani berbagi di suatu tempat sehingga bisa diwawancarai.

Baca juga: Per-Oktober Penderita HIV/Aids di Tarakan 90 Orang

Dokter Asep Purnama salah seorang aktifis yang bergiat membantu mereka yang tertular HIV dan AIDS. Foto : Ebed de Rosary

Ada 3 manfaat dari buku ini lanjutnya, pertama dengan adanya buku ini masyarakat bisa mengetahui bagaimana tentang teman-teman yang tertular HIV dan AIDS sehingga bisa mengambil pelajaran dan tidak akan tertular serta kedua bagi mereka yang baru tertular, dengan membaca buku ini mereka akan mendapat sesuatu dan tidak shock.

“Manfaat ketiga, bagi para frater yang melakukan wawancara dan menulisnya, dengan melakukan kegiatan ini mereka menjadi tahu tentang apa itu HIV dan AIDS dan diharapkan dapat menularkan informasi ini kepada orang lain sebab sebelumnya telah diadakan workshop khusus bagi para penulis buku ini,” terangnya.

Penjualan buku ini nantinya, kata dokter ahli penyakit dalam ini, akan diberikan kepada Kelompok Dukungan Sebaya (KDS), teman-teman ODHA dan diharapkan dengan dana ini mereka bisa melakukan kegiatan usaha guna meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan mereka.

Hadirnya buku ini kata Pater John Prior,SVD, bisa membuka mata masyarakat agar jangan ada lagi stigma dan masyarakat bisa mendekatkan diri kepada ODHA serta bisa membantu mereka untuk lebih percaya diri dan menjalani kehidupannya.

Buku ini juga kata biarawan yang peduli HIV dan AIDS ini, baik bagi masyarakat khususnya anak-anak sekolah agar bisa mengetahui lebih jauh tentang penyakit HIV dan AIDS dan bisa menghindari perbuatan yang beresiko terularnya virus HIV.

“Bagi mereka yang terinfeksi HIV dengan membaca buku ini dapat memberikan kekuatan dan mereka merasa tidak sendirian sehingga akan semakin kuat dan bangkit menjalani kehidupan mereka dengan berbuat sesuatu yang berguna bagi orang lain,” tegasnya.

Baca juga: Tekan HIV/AIDS, Darmaji Imbau Warga Terapkan Nilai Agama

Sementara itu Vigis mewakili ODHA mengatakan, dengan terbitnya buku yang merupakan curahan hati dari 24 teman-teman ODHA mudah-mudahan siapapaun itu khususnya generasi muda bisa belajar dari pengalaman teman-teman ODHA dan cukup HIV dan AIDS hanya tertular pada mereka.

Komentar