Pembangunan Pabrik Garam di Jateng Kesulitan Lahan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

55
Petani garam saat bekerja di kawasan wilayah produsen garam di Pantura Timur/Foto: Parwito

SEMARANG — Upaya untuk membangun pabrik garam berskala besar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengalami kendala berupa pengadaan lahan yang digunakan untuk menyimpan bahan baku.

“Jika penyediaan lahan berupa hamparan untuk penampungan bahan baku garam itu sudah ada, saya kira tidak ada persoalan dan masalah untuk mulai membangun pabrik garamnya,” sebut Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sri Puryono kepada Cendana News di Kantor Pemprov Jateng, Semarang, Rabu (13/11/2017).

Baca juga: Teknologi Rekayasa Hentikan Impor Garam

Sekda Propinsi Jateng Sri Puryono /Foto: Parwito

Ia menjelaskan, pihaknya akan secepatnya mengecek langsung kesiapan pembangunan pabrik garam, khususnya mengenai pengadaan lahan yang dibutuhkan.

“Pertengahan bulan ini saya akan memastikan lagi ke sana. Sanggup apa tidak (menyediakan lahan). Kalau tidak sanggup mau kami geser saja (lokasi pabrik garamnya ke kabupaten lain),” jelasnya.

Sri Puryono belum menentukan kapan target pembangunan pabrik garam di Kabupaten Pati bisa direalisasikan dan dimulai. Pasalnya, masih banyak yang harus dipersiapkan.

“Padahal kami sudah melakukan sosialisasi terkait dengan rencana pembangunan. Kalau duitnya (anggaranya) sudah ada. Tapi terkendala oleh proses pengadaan lahan,” ungkapnya.

Sri Puryono menambahkan, studi kelayakan rencana pembangunan pabrik garam di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Jateng sudah selesai disusun. Maka, pengerjaan fisik bisa segera dimulai oleh pemerintah pusat.

“Keberadaan pabrik garam di Kabupaten Pati ini harapan kami bisa membantu mencukupi kebutuhan (garam) di tingkat nasional yang mencapai 2-3 juta ton per tahunnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng, Lalu M. Syafriadi juga berharap rencana pembangunan pabrik garam berkapasitas besar bisa segera direalisasikan.

“Pembangunan pabrik garam bertujuan menjaga keberlanjutan produksi dan terjaminnya kualitas garam yang dihasilkan,” harapnya.

Baca juga: Produksi Garam Rakyat Sumenep Capai 149.640 Ton

Lalu menambahkan, jika pabrik garam sudah selesai dibangun, maka DKP Jateng akan melakukan pembinaan terhadap kelompok-kelompok petani hamparan garam.

“Harapan kami jika pabrik selesai dibangun, kami secara intensif dan berkala akan melakukan pembinaan terhadap petani-petani garamnya. Sehingga ada proses percepatan peningkatan produksinya,” pungkas Lalu.

Komentar