Pemdes Habi Anggarkan Dana 50 Juta Rupiah Bantu Petani

Editor: Irvan Syafari

96
Yuliana bersama dua perempuan lainnya sedang menanam jagung Hibrida di lahan pertanian miliknya di desa Habi kecamatan Kangae kabupaten Sikka/Fot : Ebed de Rosary.

MAUMERE — Sebagai Salah satu desa yang terkenal sebagai sentra produksi jagung membuat Pemerintah Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka rutin menganggarkan dana sebesar 50 juta rupiah setiap tahun. Dana itu dipergunakan untuk membeli pupuk guna dibagikan kepada para petani khususnya petani jagung di desanya.

“Selama dua tahun ini kami selalu mempergunakan dana desa untuk membeli pupuk guna diberikan kepada petani. Pada 2016 kami anggarkan 50 juta rupiah dan pada 2017 ini pun kami anggarkan juga dengan jumlah yang sama agar hasil produksi jagung bisa meningkat,” sebut Maria Nona Murni.

Perempuan yang menjabat sebagai kepala desa Habi ini saat ditemui Cendana News di kantornya Senin (13/11/2017) menyebutkan, jumlah petani di desanya sebanyak 1.140 orang dan buruh tani sebanyak 152 orang dengan luas lahan pertanian sebesar 130 hektar yang kebanyakan ditanami jagung.

“Kami dari desa juga siapkan stek singkong dan juga anakan pisang untuk dibagikan kepada para petani sehingga kami berharap para petani bisa memanfaatkan bantuan yang diberikan untuk meningkatkan pendapatan mereka,” tuturnya.

Pertengahan November ini kata Maria, petani sudah mulai menanam jagung. di mana di Desa Habi terdapat 13 kelompok tani. Mayoritas petani adalah kaum perempuan sebab kaum lelaki lebih banyak bekerja sebagi tukang bangunan, buruh dan mengiris Tuak.

“Tahun depan kami akan mendapat bantuan dua buah traktor. Nantinya para petani yang hendak membajak lahan bisa menyewa di kantor desa dengan harga sewa yang lebih murah atau hanya untuk mengganti ongkos beli bahan bakar dan bayar operator saja,” tuturnya.

Maria menambahkan, lahan pertanian jagung di Desa Habi biasanya hanya setahun sekali saja ditanami jagung saat musim hujan sehingga pihaknya akan berusaha agar setelah ditanami jagung lahan tersebut bisa ditanami dengan tanaman lainnya atau minimal setahun dua kali ditanami.

“Ini menjadi tantangan juga buat saya agar lahan pertanian tersebut tidak dibiarkan lama menganggur dan kalau setahun dua kali ditanami tentu akan meningkatkan pendapatan petani,” ungkapnya.

Yuliana salah seorang petani yang ditemui Cendana News sedang menanam jagung bersama dua perempuan berusia lanjut lainnya mengakui sejak 3 hari lalu lahan pertaniannya seluas 1 hektare di samping rumahnya sudah dibajak sehingga sudah ditanami jagung.

Petani perempuan ini mengaku lebih tertarik menanam jagung Hibrida bantuan dari Dinas Pertanian Kabupaten Sikka sebab hasil produksinya lebih banyak dan jagungnya untuk dijual karena harga jualnya lumayan sehingga uang yang didapat pun lebih banyak.

“Saya tanam jagung Hibrida dengan jarak tanam 30 sentimeter sebab hasilnya lebih banyak apalagi kami juga mendapat bantuan pupuk dari pemerintah desa dan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka,” pungkasnya.

Kepala Desa Habi, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka Maria Nona Murni/Foto : Ebed de Rosary.

Komentar