Pemkab Ponorogo Serahkan 40 Mobil Siaga Desa

PONOROGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menyerahkan 40 mobil siaga desa di alun-alun Ponorogo pada Senin (20/11/2017). Sekitar 40 desa dipilih dari total 281 desa yang ada di Ponorogo. Pemilihan ini berdasarkan lima kategori, yakni tingkat kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, jarak dengan pelayanan kesehatan terdekat dan indeks kesulitan geografis (IKG).

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, saat ditemui menuturkan, ke-40 desa ini dipilih berdasarkan kondisi geografis yang jauh dari pelayanan kesehatan seperti kecamatan Slahung, Ngrayun, Sawoo, Ngebel, Pulung dan Jenangan yang posisi geografisnya pegunungan.

“Jadi sistemnya diranking, diurutkan 1-40 dulu. Nanti tahun selanjutnya, nomor 41,” jelasnya di tengah-tengah sambutan.

Bupati Ponorogo, Ipong Muchlissoni, saat memberikan sambutan/Foto: Charolin Pebrianti

Mobil yang diberi nama siaga desa ini diharapkan bisa membantu kemaslahatan warga desa, seperti saat ada musibah, orang sakit, orang meninggal atau keperluan lain. Menariknya, bagi masyarakat yang ingin menggunakan mobil siaga desa tidak dipungut biaya apa pun alias gratis.

“Kalau ada yang meminta uang itu namanya pungutan liar atau pungli,” ujarnya.

Menurutnya, pengadaan mobil siaga desa membutuhkan dana sebesar Rp8 miliar diambil dari dana APBD. Sedangkan untuk biaya operasional mobil diambilkan dari dana desa.

“Tapi kalau mobilnya tidak dirawat atau ada pungli, ya saya tarik kembali,” terangnya.

Pasalnya, mobil ini merupakan aset Pemkab yang hanya dipinjam-pakaikan ke desa-desa terpilih. Ditargetkan hingga tahun 2019 nanti, semua desa mendapatkan bantuan mobil siaga desa. Tahun 2018 nanti 50 unit mobil siap dibagikan.

“Tapi saya sedang usaha untuk menambah unit lagi, kalau bisa sampai 100 unit,” pungkasnya.

Lihat juga...