Pemprov Sumbar Upayakan UNBK 2018 Diterapkan 100 Persen

Editor: Satmoko

46
Wagub Sumbar, Nasrul Abit. Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mengupayakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) SMA/SMK 100 persen pada tahun 2018 mendatang. Hal ini sesuai dengan target yang ditetapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy.

“Kita akan fokuskan upaya pengadaan insfrastruktur pendukung UNBK melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) serta dukungan dari Kemendikbud. Mudah-mudahan target 100 persen UNBK SMA/SMK yang diberikan Mendikbud dapat dipenuhi,” ujar Wagub Sumbar, Nasrul Abit saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (15/11/2017).

Ia menyebutkan, sebelumnya Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar telah menyalurkan sebanyak 1.625 perangkat komputer untuk 87 SMA/SMK. Anggaran untuk pengadaan komputer dalam hal mendukung pelaksanaan UNBK itu, diambilkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp5,7 miliar. Sedangkan dari APBD-P dianggarkan dana Rp8 miliar untuk membantu penyediaan 800 komputer untuk 40 sekolah.

Sedangkan pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), kata Nasrul, Pemprov Sumbar mendapat bantuan berupa fisik laboratorium dan juga kebutuhan komputer untuk mendukung pelaksanaan UNBK di Sumbar, dengan jumlah 15 sekolah, yang nantinya akan mendapat bantuan 20 komputer untuk masing-masing sekolah.

“Komputer yang disalurkan itu lengkap dengan perangkatnya. Untuk itu, kita upayakan pada pelaksanaan UBNK tahun 2018, bisa 100 persen,” ujarnya.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi ke Sekretaris Dinas Pendidikan Sumbar, Bustavidia menyebutkan, bahwa target yang diberikan Mendikbud UNBK 100 persen SMA/SMK kemungkinan pada tahun 2018 tidak dapat terkejar di Sumbar. Karena, persoalan jaringan internet yang susah didapatkan di beberapa daerah, seperti perbukitan dan kepulauan.

“Untuk melaksanakan UBNK ini selain perlu komputer, juga perlu jaringan internet. Jadi sekarang ada beberapa daerah di Sumbar yang masih belum terjangkau jaringan internet,” jelasnya.

Ia menyebutkan, daerah yang bakal kesulitan untuk mendapatkan akses jaringan internet seperti Kabupaten Kepulauan Mentawai. Di Mentawai merupakan salah satu daerah di Sumbar yang masih sulit untuk mendapatkan akses jaringan internet.

Namun Bustavidia tidak menampik bahwa UNBK ini bisa diterapkan di seluruh daerah di Sumbar pada tahun 2018. Tetapi harus menerapkan sistem silang. Jika tidak, maka ia memperkirakan pelaksanaan UNBK di Sumbar hanya bisa dicapai 80 persen.

“Pengadaan infrastruktur serta sistem silang antarsekolah dapat dilakukan untuk penyelenggaraan UNBK,” pungkasnya.

Komentar