Penanganan Kekerasan Terhadap PerempuanKurang Fokus

REJANG LEBONG – Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Cabang Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu, menyebutkan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah itu kurang fokus.

Sekretaris Cabang Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Rejang Lebong, Tety Sundari mengatakan, kurang fokusnya penanganan kekerasan terhadap perempuan, menjadikan upaya yang dilakukan tidak berjalan optimal. “Meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Rejang Lebong belakangan ini harus menjadi perhatian semua pihak. Penanganan masalahnya harus fokus dan dilakukan oleh tim khusus,” katanya, Minggu ( 5/11/2017).

Tety mencatat, elama ini penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di 15 kecamatan di Rejang Lebong sudah berjalan. Namun pelaksanaannya berjalan secara parsial oleh organisasi atau instansi terkait. Selain tidak adanya kekompakan dalam penanganan, alokasi anggaran dirasakannya juga masih minim.

Disarankannya, untuk mengoptimalkan kegiatan, penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di daerah itu dapat dilakukan oleh tim khusus. Penanganan dengan melibatkan berbagai pihak secara kolektif. “Termasuk dukungan dana yang memadai, sehingga program bisa bergerak,” tandasnya.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (DP3A dan PPKB) Kabupaten Rejang Lebong, Nunung Tri Mulyanti menyebut, jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak hingga akhir September lalu mencapai 139 kasus.

Jumlah tersebut jika dibandingkan kejadian di 2016 mengalami  peningkatan. “Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini jauh lebih banyak dibandingkan selama tahun 2016 lalu yang hanya ada 134 kasus. Jumlah kasus ini akan terus bertambah sampai tutup tahun 2017 nanti,” katanya.

Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak ini terbagi dalam beberapa jenis yakni kekerasan fisik, psikis, seksual, perdagangan, penelantaran dan eksploitasi. Dari jumlah ini terbanyak adalah kekerasan fisik sebanyak 99 kasus. Kemudian kekerasan psikis tiga kasus, kekerasan seksual dengan korban di bawah umur sebanyak 27kasus. Seterusnya kekerasan seksual dengan korban dewasa ada tiga kasus dan penelantaran tujuh kasus. (Ant)

Lihat juga...