Petani Jeruk di Palas Lamsel Bertahan di Tengah Anjloknya Harga

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

34
Tanaman jeruk siam Banyuwangi usia empat tahun milik Sukarmin sudah panen selama dua kali [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG — Petani jeruk siam atau jeruk peras Banyuwangi di Dusun Rejosari Desa Kalirejo serta Dusun Solo Desa Tanjungsari Palas Lampung Selatan menghadapi dua kendala, yakni masa panen raya dan harga yang turun drastis.

Sukarmin (35) salah satu petani menyebutkan, masa panen kali ini, lahannya mampu memproduksi jeruk sebanyak 2.000 kilogram lebih. Meningkat 500 Kg dari masa panen sebelumnya.

Baca juga: Balitbangtan Hasilkan Pupuk Khusus Tanaman Jeruk

Sukarmin, warga Desa Kalirejo Kecamatan Palas salah satu petani penanam jeruk siam Banyuwangi [Foto: Henk Widi]
Namun saat musim panen pertama, ia berhasi meraup hasil hingga Rp11.250.000 dengan harga perkilonya berkisar antara Rp7.500. Sedangkan untuk masa panen kali ini, hanya berkisar Rp5.000 per Kg dengan hasil yang didapatkan sekira Rp10 juta.

“Faktor pertama anjloknya harga jeruk siam Banyuwangi karena masa panen berbarengan dan luas lahan tanam yang terus bertambah dari belasan hektar,” terang Sukarmin saat ditemui Cendana News di lahan kebun miliknya, Senin (13/11/2017).

Disebutkannya, meski hasil didapatkan menurun, namun ia tetap bertahan bersama dengan petani lainnya. Karena berkebun jeruk bukanlah salah satu mata pencarian.

Baca juga: ‘Petik Jeruk’, Wisata Sambil Belajar Menanam Jeruk

“Sebagian petani ada yang fokus menanam jeruk siam Banyuwangi namun sebagian ada yang menanam sistem tumpangsari dengan tanaman lain dengan hasil panen bisa dua hingga tiga jenis tanaman karena masa tanam yang berbeda,” beber Sukarmin.

Meski harga anjlok akibat ”membanjirnya” pasokan, namun dengan masa tanam yang lama dan jarak panen yang lebih panjang dirinya dan petani lain masih bisa bekerja dalam bidang usaha lain salah satunya membuat batu bata.

Selain menanam jeruk dan memiliki usaha batu bata, kondisi tanah yang cocok untuk menanam buah juga dimanfaatkan untuk budidaya tanaman pepaya California yang saat ini satu kilogramnya dijual oleh petani dilevel Rp2.500 per kilogram sehingga menjadi tambahan penghasilan bagi petani di wilayah tersebut disela sela usaha membuat batu bata.

Ia mengaku proses penanaman jeruk siam Banyuwangi membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk berbuah pertama kali dan pada tahun. Bibit yang dibelinya dengan harga Rp12.500 perbatang tersebut bahkan sudah kembali modal. Untuk pembelian bibit sekaligus pengembangan luas tanam di wilayah tersebut dengan pembentukan kelompok tani penanam jeruk.

“Kami membentuk kelompok penanam jeruk dengan tujuan saling belajar tata cara budidaya jeruk yang baik sekaligus membuat harga stabil karena saat ini harga anjlok akibat panen bersamaan,” beber Sukarmin.

Baca juga: Berburu Jeruk dan Buah Naga di Agrowisata Ponorogo

Petani lain yang memiliki lahan luas diakui Sukarmin bahkan bisa menghasilkan jeruk Siam Banyuwangi dengan rata rata 8 ton buah jeruk dengan harga Rp7 ribu dilevel petani dengan hasil lebih dari Rp50 juta sekali panen.

Komentar