PLN Serap Gas Proyek Jambaran Tiung Biru

65
Wakil Menteri ESDM Archandra Tanhar -Dok: CDN

JAKARTA – PT  Perusahaan Listrik Negara (PLN) resmi membeli gas dari proyek Jambaran Tiung Biru di Blok Cepu, Jawa Timur, Senin (13/11/2017). Pembelian tersebut  dilakukan dengan ditandatanganinya Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) antara PT Pertamina dan PT PLN.

Penandatanganan PJBG tersebut disaksikan oleh Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar yang mengapresiasi sinergi BUMN tersebut dari kesepakatan harga gas yang dicapai Pertamina dan PLN.

“Harga gasnya sudah disepakati dan itu ‘fixed’ 30 tahun, 7,6 dolar AS per MMBTU flat selama 30 tahun,” kata Wamen ESDM Arcandra di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Senin, Senin  (13/11/2017).

Selain penandatanganan PJBG, Wamen ESDM Arcandra juga menyaksikan penyerahan dokumen pengalihan pengelolaan lapangan Jambaran Tiung Biru ke Pertamina EP Cepu. Sebelumnya, lapangan tersebut dikelola oleh ExxonMobil. Adapun PT Pertamina EP Cepu (PEPC) telah menggelontorkan dana investasi senilai 1,547 miliar dolar AS untuk Proyek Unitisasi Lapangan Gas Jambaran Tiung Biru (JTB).

Pada kesempatan sebelumnya, Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi menyebutkan proyek JTB yang kapasitas produksinya mencapai 330 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) itu diproyeksikan menghasilkan penerimaan negara mencapai 3,61 miliar dolar AS atau lebih dari Rp48 triliun.

Seluruh produksi gas ini akan dipasok untuk kebutuhan dalam negeri. Adapun alokasi sebesar 100 MMSCFD diperuntukkan ke Pertamina, yang kemudian dialirkan ke PLN untuk kebutuhan listrik di Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sementara itu, sebesar 72 MMSCFD akan dipasok untuk kebutuhan industri di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Harga gas di kepala sumur sebesar 6,7 dolar per juta british thermal unit (MMBTU), tetap (flat) selama 30 tahun. Dengan biaya toll fee sebesar 0,9 dolar per MMBTU, harga di pembangkit listrik PLN menjadi sebesar 7,6 dolar per MMBTU.

Pertamina melalui anak perusahaan, PT Pertamina Gas (Pertagas) juga tengah menyelesaikan pembangunan pipa Gresik-Semarang sepanjang 267 km dengan nilai investasi sekitar 515,7 juta dolar AS. Dengan dukungan semua pihak, diharapkan proyek ini dapat mulai berproduksi (on stream) pada awal 2021. (Ant)

Komentar