Polda Metro Jaya Sebut, Penetapan Tersangka Jonru Sesuai Prosedur

Editor: Satmoko

52
Suasana persidangan Jonru. Foto: M Hajoran Pulungan

JAKARTA – Sidang lanjutan praperadilan yang diajukan oleh Jonru Ginting atas penetapannya sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus ujaran kebencian di media sosial berlanjut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017). Dengan agenda persidangan mendengarkan jawaban Termohon I Polda Metro Jaya dan Termohon II Aspidum Kejati.

Sidang sendiri dipimpin Hakim Tunggal Lenny Wati Mulasimadhi, di mana pihak pemohon Jonru diwakili Kuasa hukumnya dan pihak Termohon I Polda Metro Jaya dan Termohon II Aspidum Kejati.

Dalam jawabannya, yang dibacakan oleh Kombes Agus Rokhmat sebagai Kepala Bidang Hukum (Kabidhuk) Polda Metro Jaya dan tim pengacara memaparkan bahwa semua dalil-dalil yang diajukan oleh pemohon adalah tidak benar dan keliru. Dan minta permohonan pemohon seluruhnya untuk ditolak dan tidak dapat diterima.

Suasana persidangan ujaran kebencian Jonru. Foto: M Hajoran Pulungan

“Proses penyidikan yang dilakukan oleh Diskrimsus Polda Metro Jaya, adalah sah secara hukum dan mempunyai kekuatan hukum mengikat, penetapan tersangka adalah sah dan mempunyai kekuatan hukum mengikat. Penggeledahan di rumah tersangka adalah juga sah secara hukum dan mempunyai kekuatan hukum mengikat,” katanya.

Ia juga mengatakan, bahwa penetapan tersangka kepada pemohon sudah memenuhi bukti permulaan yang cukup, ditemukan alat bukti dan keterangan saksi, keterangan terdakwa, serta saksi ahli.

“Dan dengan adanya alat bukti yang cukup, dan adanya kekhawatiran adanya penghilangan alat bukti oleh pemohon, termohon berpendapat bahwa pemohon harus ditahan,” lanjutnya.

Semua dalil yang diajukan oleh tim penasihat hukum Jonru Ginting sebelumnya, dibantah oleh Polda Metro Jaya, seperti berkeras penetapan status tersangka cacat hukum.

Pemeriksaan yang dilakukan 3 hari berturut-turut tanpa istirahat dan juga penetapan tersangka kurang dari 10 jam oleh penyidik dianggap tidak sesuai prosedur dalam penetapan gelar perkara karena tidak melibatkan ahli digital forensik.

Jonru Ginting dilaporkan oleh seorang pengacara bernama Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya terkait sejumlah postingan di akun Facebook-nya yang dianggap bernuansa ujaran kebencian.

Laporan yang dilayangkan Muannas diterima polisi dengan nomor LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 31 Agustus 2017. Jonru diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sidang sendiri berlangsung singkat kurang lebih satu jam. Sidang akan dilanjutkan besok, Rabu 15 November dengan agenda Pembuktian dari Pemohon, berupa keterangan saksi dari pemohon.

Komentar