Produk Batik Motif Mangrove Balikpapan Sudah Memiliki Haki

Editor: Irvan Syafari

53
Salah satu pekerja Batik Aniera yang juga Disabilitas/Foto: Ferry Cahyanti.

BALIKPAPAN — Sejak hadir dua tahun lalu, Batik An Niera mulai meramaikan kerajinan batik di Kota Balikpapan. Bahkan batik An niera telah memiliki Haki (Hak Atas Kekayaan Intelektual)  pada salah satu produknya yaitu batik dengan motif Mangrove.

Kini batik An Niera mulai dikenal oleh pengunjung yang datang ke kota minyak, karena beberapa pusat oleh-oleh dan suvenir Balikpapan Batik An Niera sudah terlihat. Banyak pengunjung yang datang langsung ke pabriknya di kawasan Padat karya, Balikpapan Utara.

Penanggungjawab kerajinan tangan batik An Niera, Lilis Nurlatifah mengungkapkan pemasaran kerajinan batik Balikpapan ini melalui offline dan online. Namun permintaan masih didominasi oleh offline atau datang ke toko.

Sedangkan melalui online belum begitu banyak, karena pihaknya mengaku penjualan melalui online belum tergarap maksimal mengingat sumber daya manusia untuk pemasaran online diperlukan khusus.

“Sementara permintaan lebih banyak pada offline. Sementara untuk Online masih belum optimal karena SDM kami belum ada. Ada hanya belum maksimal, karena dengan adanya pelatihan-pelatihan pemasaran online atau e-commerce dapat membantu kami sebagai UMKM untuk memasarkan produk,” jelasnya saat ditemui Selasa, (14/11/2017).

Kerajinan batik yang eksis di Balikpapan selama dua tahun terakhir ini, 80 persen karyawannya adalah disabilitas dari 15 orang karyawan.

“15 orang itu hanya pengrajinnya, belum yang lainnya. Kami memberdayakan disabilitas, karena mereka mampu dan memiliki keahlian dalam membatik khususnya batik tulis. Batik tulis itu pengerjaannya lama. Pengerjaannya satu bulan bisa menghasil dua meter lebih, apalagi kalau motifnya banyak tingkat mencantingnya juga perlu ketekunan,” paparnya.

Dikatakannya, beberapa produk kerajinan batik An Niera yaitu batik tulis, batik cap, batik printing. Adapun harganya juga berbeda-beda, harga tertinggi adalah batik tulis dengan pewarna alam yaitu per lembar bisa mencapai Rp1,5 juta. Sedangkan harga batik cap Rp350 ribu dan printing adalah yang paling murah yaitu Rp50 ribu.

“Batik tulis juga terkadang kami buat sesuai permintaan. Motifnya macam-macam tapi mangrove yang paling dikenal, sebenarnya kami semua bisa. Bahannya ambil dari Jawa, seperti kain tapi produksi tetap di Balikpapan. Sebenarnya tidak ada mengapa karena batik tulis itu seni karya seni. Harga per lembar  batik cap Rp350 ribu. Batik tulis dan pewarna alam sekitar Rp1,5 juta, dan kain mikro itu batik printing,” sebut Lilis.

Menurutnya, permintaan dalam satu bulan untuk printing sekitar 1000 meter lebih. Sedangkan batik cap 15 hingga 20 helai atau lembar. Batik tulis Bisa lebih 2 hingga 4 lembar, di mana per helai sekitar sekitar 2 meter setengah.

Saat ini upaya yang dilakukan adalah ingin mengembangkan pemasaran yang lebih besar agar kerajinan batik An Niera lebih dikenal dan meningkatkan jumlah permintaan. Kalau permintaan meningkat, pastinya akan menambah jumlah pekerja atau lapangan pekerjaan. Melalui digital dirinya mencoba serius lagi. Peluang media digital sangat besar yang dibarengi dengan kualitas produk.

“Kami yakin dengan pemasaran online akan meningkatkan permintaan dan pendapatan. Dengan pelatihan-pelatihan yang kami ikuti menambah ilmu dalam pemasaran online,” gebunya.

Penanggungjawab Kerajinan Batik An Niera Balikpapan, Lilis Nurlatifah/Foto; Ferry Cahyanti.

Komentar