Produk Olahan Ikan di Sumbar Lebih dari 1.000 Jenis

Editor: Satmoko

82
Dua mahasiswa Universitas Bung Hatta Padang yang turut menjadi penjual makanan olahan dari ikan tuna, seperti risoles dan naget ikan tuna/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Produksi ikan di Sumatera Barat (Sumbar) mencapai ratusan ton per hari. Ternyata mampu membuat masyarakat melahirkan sejumlah produk makanan yang berbahankan ikan. Hal ini pun mendapat dukungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar, karena dinilai turut mengajak masyarakat untuk mengkonsumsi ikan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar Yosmeri mengatakan, memang cukup banyak pelaku usaha di Sumbar yang melahirkan produk makanan. Setidaknya ada sekira seribu lebih produk olahan ikan yang ada di Sumbar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumatera Barat Yosmeri/Foto: M. Noli Hendra

“Saya sebutkan untuk jenis ikan lele saja, sekarang lele tidak hanya jadi makanan untuk pecel lele. Tapi sudah menjadi stick lele, kerupuk, lele asap, dan banyak lagi. Begitu juga untuk ikan tuna, ada yang membuatnya rendang, abon, kerupuk, crispy, dan juga masih banyak lagi jenis makanan olahan yang terbuat dari ikan,” katanya, pada kegiatan Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) goes to campus 2017, di Universitas Bung Hatta, Padang, Selasa (14/11/2017).

Menurutnya dengan adanya hasil olahan makanan berbahan ikan itu, turut mencatat konsumsi ikan Indonesia di tingkat dunia. Karena sejauh ini, tingkat konsumsi ikan di Sumbar 33,6 per kapita. Indonesia mencapai 40 per kapita. Artinya, di Sumbar memang cukup tinggi konsumsi ikannya.

“Hal itu tidak terlepas dari adanya peran pelaku usaha yang melakukan olahan ikan menjadi makanan. Untuk itu, saya mengajak kepada para mahasiswa untuk bisa menjadi pelaku usaha, dan tidak terfokus menjadi pegawai negeri sipil. Karena peluang untuk menjadi usaha makanan cukup besar di Sumbar ini,” ucapnya di hadapan ratusan peserta kuliah umum tersebut.

Yosmeri menyebutkan, sabagai bentuk dukungan Dinas Kelautan dan Perikanan terhadap masyarakat yang melakukan olahan makanan ikan, memiliki beberapa usaha binaan. Binaan yang dilakukan seperti memberikan pelatihan terkait cara mengelola ikan untuk menjadi makanan yang baru, lalu juga memberikan pelatihan soal kemasan dan merek.

“Selama ini, ikan yang kita kenal dimasak, seperti gulai kepala ikan, goreng ikan lado hijau, pangek asin. Itu kan memang makanan yang sudah dikenal sejal dulu. Nah, melalui pelatihan dan binaan itu, turut melahirkan jenis makanan baru yang bahan-bahannya dari ikan juga. Saya sendiri sangat mengapresiasi adanya pelaku usaha yang melakukan hal demikian,” ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Sumbar Zirma Yusri mengatakan berdasarkan pendataan jumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, ada sebanyak 591 ribu UMKM yang tersebar di kabupaten/kota di Sumbar. Angka itu, dinilai meningkat dari tahun sebelumnya sebesar dua persen.

Ia menjelaskan, jumlah 591 ribu UMKM yang tecatat itu, bergerak di berbagai bidang usaha, seperti usaha kuliner, kerajinan, dan pedagang kecil lainnya. Hanya saja, ia mengaku belum bisa memastikan, berapa banyak UMKM di Sumbar yang menjalani usaha di bidang kulier ataupun kerajinan.

“Dari tahun ke tahun yang kita lihat, UMKM di Sumbar ini terus tumbuh dengan angka kisaran dua persen. Untuk sebuah usaha, pertumbuhan dua persen itu sudah cukup bagus,” katanya.

Namun, Zirma mengaku masih banyak UMKM di Sumbar yang sebenarnya belum terdata ataupun terjangkau oleh pemerintah. Seperti halnya pedagang-pedagang kecil yang ada di sekolah-sekolah, perkantoran, dan tempat umum lainnya.

“Kalau soal UMKM yang bergerak di usaha olahan ikan memang cukup banyak, dan itu merupakan usaha mikro dan dan juga usaha kecil. Seperti yang paling terkenal itu sala lauak (ikan). Sala lauak itu sudah dikenal secara nasional, karena bahan utamanya ialah ikan. Lalu juga crispy ikan bilih, dan banyak lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, Dinas Koperasi dan UMKM tentunya turut senang adanya berbagai olahan makanan yang hadir di Sumbar. Karena, dengan semakin banyak usaha-usaha makanan yang bermunculan, maka mampu memberikan dampak kepada kondisi perekonomian masyarakat.

Komentar