PSM Makassar Coret 50 Persen Pemain

58
Ilustrasi PSM Makasar - Dokumentasi CDN

MAKASSAR – PT Persaudaraan Sepakbola Makassar (PT PSM) yang menaungi tim Juku Eja mengatakan hanya akan mempertahankan sekitar 50 persen pemain lama untuk menghadapi kompetisi musim depan.

CEO PT PSM Munafri Arifuddin mengatakan, sudah memiliki daftar nama pemain yang dianggap kurang memberikan kontribusi untuk siap dilepas. Dan manajemen sudah siap untuk mencari pengganti dengan pemain yang lebih baik dan sesuai kebutuhan tim.

“Saya kira hampir 50 persen (dibuang). Soal diposisi mana, saya kira pada pada dasarnya semua lini punya kekuatan. Namun kita akan lihat siapa yang tidak maksimal dan akan kita ganti dengan yang lebih baik,” katanya, Senin (13/11/2017).

Munfari mengaku belum bersedia secara terbuka menyebutkan pemain mana saja yang akan dicoret dari tim untuk musim depan. Pihaknya menyebut akan memprioritaskan menyelesaikan status pemain asing karena mereka (pemain asing) sudah akan kembali ke kampung halamannya usai berakhirnya Liga 1 Indonesia yang merupakan kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

Dari hasil evaluasi yang dilakukan, Munfari menyebt PSM masih kekurangan pemain di lini depan. Hal tersebut setelah pada Liga 1 hanya mengandalkan keberdaan Ferdinand Sinaga. Sementara dua penyerang asing musim lalu Reinaldo Elias (putaran pertama) dan Pavel Purishkin (putaran kedua) dinilai tidak begitu memberikan kontribusi seperti yang diharapkan.

“Untuk pemain muda, saya akan memanggil mereka karena tidak mungkin semuanya akan tinggal (dipertahankan) disini (PSM),” sebutnya.

Sementara itu Ikon PSM Makassar Syamsul Chaeruddin menyebut, masih memiliki  kontrak dengan PSM Makasar hingga Januari 2018 mendatang. Dan masih belum mengetahui rencana kedepan pasca kontrak tersebut. “Saya belum tahu bagaimana kedepannya. Namun untuk kontrak saya bersama PSM memang sudah akan berakhir pada Januari tahun depan, jadi nanti kita lihat perkembangannya,” jelas dia.

Syamsul tercatat meniti karir bersama Juku Eja selama 15 tahun. Namun sepanjang karirnya, Syamsul belum pernah membawa tim kebanggaan Makassar itu tampil sebagai juara di kompetisi kasta tertinggi di Indonesia.

“Sudah hampir 15 tahun ini, saya telah berseragam PSM Makassar namun hingga kini belum mampu membawa tim menjadi juara. Saya sekaligus memohon maaf dengan kegagalan saya membawa tim sebagai juara” katanya di Makassar usai membawa PSM mengalahkan Madura United pada laga pamungkas kompetisi Liga 1 di Stadion Gelora Andi Mattalatta Mattoanging Makassar, Sulawesi Selatan. (Ant)

Komentar