hut

Realisasi Produksi Lele Kulon Progo 9.986 Ton

KULON PROGO – Realisasi produksi budi daya lele di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, selama periode Januari-September mencapai 9.986 ton atau 75 persen dari target 2017 sebesar 13.000 ton.

“Kami optimistis produksi ikan budi daya, termasuk lele bisa mencapai 14.000 ton pada 2017,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo Sudarna di Kulon Progo, Kamis.

Ia mengatakan ada tren produksi lele di Kulon Progo mengalami peningkatan yang sangat tinggi. Setiap harinya, kelompok pembudi daya panen untuk memenuhi permintaan lele di DIY.

“Produksi lele di Kulon Progo sangat tinggi dibandingkan kabupaten/kota di DIY. Di Sleman, pembudi daya lele beralih ke ikan bersisik, sedangkan Bantul dan Gunung Kidul bukan tandingan Kulon Progo terkait produksi lele,” katanya.

Sudarna mengatakan produksi lele di DIY, 65 persennya dipasok dari Kabupaten Kulon Progo. Jaringan pemasaran dan pembudi daya lele di Kulon Progo sudah sangat bagus, sehingga pasar lele tidak ada persoalan.

Asosiasi pedagang ikan lele juga sudah menjalin kerja sama dengan pedagang kaki lima (PKL), pemilik rumah makan dan sekolah-sekolah di DIY.

“Sejauh ini, pemasaran lele tidak ada persoalan. Hal yang menjadi persoalan utama budi daya lele adalah pakan. Pakan sangat mengandalkan buatan pabrik yang harganya mahal,” kata dia.

Kepala Bidang Perikanan dan Budi Daya DKP Kulon Progo Leo Handoko mengatakan potensi pasar ikan di Kulon Progo masih terbuka lebar. Saat ini, produksi lele mengalami surplus produksi lele sekitar 8.000 ton per tahun. Rata-rata produksi lele di Kulon Progo sebanyak 13.000 ton. Lele dari Kulon Progo dijual keluar daerah seperti ke Kota Yogyakarta.

“Pada 207, kami mentargetkan produksi ikan budi daya mencapai 14.000 ton. Kami optimistis target tersebut akan terealisasi,” katanya. (Ant)

Lihat juga...