Risma Minta Bantuan Polda Bebaskan Lahan Frontage

63
Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini. Dok: CDN

SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya meminta bantuan Polda Jatim untuk pembebasan lahan frontage road di Jalan Raya Ahmad Yani sisi barat yang kini tinggal menyisahkan satu bangunan rumah saja.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, di Surabaya, Senin, mengatakan permasalahan pemindahan salah satu rumah yang tidak jauh dari lokasi untuk pelebaran jalan karena pemilik rumah tidak mau pindah bukan tidak sepakat dengan harga, tetapi antara ahli waris saling berebut siapa yang menerima uang ganti rugi.

“Hingga pada akhirnya, pemilik rumah meminta konsinyasi (penitipan uang atau barang pada pengadilan guna pembayaran utang),” katanya.

Menurut Risma, sudah dilakukan sidang konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, hanya saja untuk untuk membongkar rumah tersebut, pemkot tetap harus minta persetujuan dari PN.

“Nah, kemarin pak Kapolda Jatim sudah membantu untuk mengontak kepala Pengadilan Negeri Surabaya, tapi belum turun,” ujarnya.

Upaya tersebut dilakukan karena Risma tidak menginginkan banjir melanda di kawasan Jalan Ahmad Yani pada saat musim hujan tiba. Dengan diselesaikannya pembangunan frontage road, maka secara otomatis pembangunan gorong-gorong akan menyambung.

Risma sendiri mengatakan Pemkot Surabaya sudah membangun lima titik gorong-gorong di wilayah Jalan Ahmad Yani di antaranya Jetis, Bundaran Dolog dan Graha Pangeran (dekat bank BNI).

“Makanya ditambah gorong-gorong untuk menampung aliran air dari Ketintang dan mempercepat aliran air agar cepat masuk,” katanya pula. (Ant)

Komentar