Saksi Sebut Andi Agustinus Punya Pengaruh Kuat di Proyek e-KTP

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

44
Irman (kiri) didampingi Anang Sugiana Sudihardjo (kanan) di ruang sidang/Foto: Eko Sulestyono

JAKARTA — Persidangan lanjutan dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) proyek pengadaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis elektronik atau e-KTP hingga malam ini masih terus berlangsung.

Dalam persidangan kali ini sejumlah saksi-saksi yang dihadirkan secara bergantian memberikan keterangan dan informasi yang berkaitan dengan proyek pengadaan e-KTP.

Baca juga: Sidang Lanjutan Kasus Perkara E-KTP Hadirkan 10 Saksi

Berdasarkan pantuan Cendana News langsung dari Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, sedikitnya ada 10 orang saksi yang dihadirkan dalam persidangan, masing-masing lima saksi diperiksa terlebih dahulu, sedangkan lima saksi lainnya diperiksa belakangan.

Mereka diperiksa untuk tersangka Andi Agistinus alias Andi Narogong, seorang pengusaha atau wiraswasta yang diduga mempunyai pengaruh yang luas dalam proyek e-KTP.

Sugiharto, salah satu terdakwa kasus e-KTP mengatakan, peran dan pengaruh Andi Agustinus dalam proyek pengadaan e-KTP sangat luas.

“Dirinya merupakan salah satu orang kepercayaan yang bertugas mengawal sekaligus memastikan bahwa proses lelang proyek pengadaan e-KTP dengan anggaran sebesar 5,9 triliun Rupiah tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan harapan” jelasnya di Gedung Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (13/11/2017).

Sugiharto menambahkan bahwa Andi Agustinus disebut-sebut memiliki kenalan pejabat tinggi negara dan juga diduga mempunyai jaringan atau relasi yang kuat.

Menurut Sugiharto, peran dan pengaruh Andi Agustinus semakin menjadi-jadi setelah Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama Komisi II DPR RI menyetujui dan menandatangani anggaran proyek pengadaan e-KTP.

Sedangkan saksi lainnya, Anang Sugiana Sudihardjo juga sempat menyebutkan bahwa Andi Agustinus selalu memfasilitasi pertemuan atau rapat yang berkaitan langsung dengan pembahasan teknis dalam proyek pengadaan e-KTP.

Baca juga: Iman Bastari dan Toha Siregar Bersaksi Kasus E-KTP

Bahkan seringkali pertemuan atau rapat tersebut digelar di rumah kediaman pribadinya yang terletak di daerah Bekasi, Jawa Barat.

“Yang bersangkutan menawarkan rumah kediaman pribadinya dijadikan tempat untuk mengadakan semacam pertemuan atau rapat, bahkan Andi juga sering mengadakan pertemuan di salah satu Rumah Toko (Ruko) miliknya yang terletak di Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan,” pungkas Anang Sugiana Sudihardjo.

Komentar