Setelah ‘Sin Jie Kwie 4’, Teater Koma Segera Siapkan Mahabarata Jawa

Editor: Irvan Syafari

53
Teater Koma Pentaskan ‘Sin Jie Kwie 4’./Foto: Istimewa/Akhmad Sekhu.

JAKARTA — Teater Koma, kelompok teater yang sudah cukup tua, memiliki reputasi yang cukup bagus di kancah perteateran Indonesia dan masih terus produktif mengadakan pementasan. Sekarang pementasan produksi ke-150 Teater Koma ‘Sin Jie Kwie 4’ masih berlangsung sampai 19 November di TIM, tapi sutradara Teater Koma Nano Riantiarno sudah menyatakan segera menyiapkan pementasan Mahabarata Jawa.

“Produksi tahun ini sudah banyak sekali, sampai tiga kali. Untuk sebuah pertunjukan teater yang pentas selama hampir dua minggu, itu sudah padat sekali,” kata Nano kepada wartawan, belum lama ini.

Lebih lanjut, Nano menerangkan, nantinya usai ‘Sin Jie Kwie’, Teater Koma akan menggelar produksi sebuah pertunjukan yang namanya masih dirahasiakan itu bakal digelar.

“Dari lakon yang China, Teater Koma akan berpindah soal Mahabarata Jawa. Sudah langsung ke Mahabarata, sebetulnya kalau cerita Sin Jie Kwie berlangsung ke yang lima, itu juga bagus tapi nanti langsung fokus ke Jawa,” terang Nano.

Akan seperti apa lakon berikutnya Teater Koma? Nano belum banyak membocorkan hal tersebut.

“Harus pindah ke lakon lain, tapi nanti tunggu saja pertengahan tahun depan,” pungkasnya.

Teater Koma adalah sebuah kelompok seni teater yang berdiri pada 1 Maret 1977 di Jakarta. Tercatat sudah 111 repertoar (naskah drama) yang mainkan, baik di layar televisi maupun di panggung konvensional. Saat ini, Teater Koma didukung 30 orang anggota aktif, dan 50 orang anggota yang dapat bergabung dengan menyesuaikan waktu mereka.

Tokoh sentral dalam tubuh Teater Koma adalah Nano Riantiarno. Selain menjadi pimpinan, dia lebih sering bertindak sebagai sutradara dan penulis skenario. Naskah-naskah Nano bahkan tak jarang dimainkan oleh kelompok teater lain dan menjadi materi festival teater di daerah-daerah.

Komentar