Sidang Praperadilan Jonru, Polda Metro Jaya Beberkan Bukti

Editor: Satmoko

61
Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya Kombes Pol Agus Rokhmat. Foto: M. Hajoran Pulungan

JAKARTA – Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengagendakan sidang praperadilan Jonru Ginting atas penetapan tersangka oleh Polda Metro Jaya dalam kasus ujaran kebencian di media sosial dengan melanggar UU ITE.

Kepala Bidang Hukum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Agus Rokhmat mengatakan, pihaknya siap memberi jawaban sebagai pihak termohon atas praperadilan kasus ujaran kebencian dengan tersangka Jonru Ginting.

“Sebagai pihak termohon tentu kami sudah mempersiapkan jawaban. Di mana prosedur penetapan tersangka sudah sesuai dengan hukum acara pidana yang berlaku,” kata Agus Rokhmat kepada wartawan sebelum sidang praperadilan digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

Disebutkan Agus Rokhmat, penyidikan Polda Metro Jaya yang menetapkan Jonru Ginting sebagai tersangka sudah sesuai prosedur. Selain dua alat bukti, keterangan ahli juga sudah diperoleh kepolisian sebelum meningkatkan status yang bersangkutan dan saksi-saksi juga bukti surat.

“Apa yang dilakukan penyidik sesuai dengan prosedur acara pidana. Nanti semua bukti yang dimohonkan akan kami serahkan kepada hakim,” ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Jonru saat ini menjadi tahanan Polda Metro Jaya. Berkasnya sempat diserahkan ke pihak kejaksaan, namun masih dimentahkan lantaran ada hal yang perlu dilengkapi.

Jonru Ginting dilaporkan oleh seorang pengacara bernama Muannas Alaidid ke Polda Metro Jaya terkait sejumlah postingan di akun Facebook-nya yang dianggap bernuansa ujaran kebencian.

Laporan yang dilayangkan Muannas diterima polisi dengan nomor LP/4153/ VIII/2017/ PMJ/Dit. Reskrimsus tertanggal 31 Agustus 2017.

Jonru diduga melanggar Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 ayat (2) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

 

Komentar