Subiakto: Semua Harus Bekerja, Apa Saja yang Penting Halal

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

89
Ketua Posdaya Taman Rajut Berbincang dengan Ketua Damandiri/Foto: Agus Nurchaliq

MALANG — Untuk bisa hidup sejahtera, sudah selayaknya semua orang harus bekerja agar mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal tersebut disampaikan Ketua Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri), Dr. Subiakto Tjakrawerdaja saat mengunjungi salah satu Posdaya binaan Universitas Merdeka Malang yakni Posdaya Taman Rajut.

“Laki-laki, perempuan maupun pemudanya semua harus bekerja, kerja apa saja yang penting Halal. Tidak boleh ada yang tidak bekerja, karena dengan bekerja mereka akan mendapatkan penghasilan untuk membiayai kehidupannya,” ujarnya, Selasa (14/11/2017).

Baca juga: Subiakto Tjakrawerdaya: Desa Mandiri Lestari Merupakan Desa Pancasila

Dr. Subiakto Tjakrawerdaja/Foto: Agus Nurchaliq

Termasuk juga pengarajin yang ikut di dalam posdaya Taman Rajut. Para perempuan khususnya Ibu-ibu harus terus diberdayakan dan di tingkatkan kemampuannya. Mungkin nanti ada Ibu-ibu lainnya yang belum punya pekerjaan bisa ikut.

“Jadi mereka bisa belajar maupun magang disini sehingga mereka bisa terus berkembang, Atau bahkan bisa punya penghasilan sendiri setelah Ibu-ibu belajar merajut di posdaya ini,” ucapnya.

Kalau mereka sudah punya penghasilan, mereka bisa meningkatkan kesejahteraannya, kesehatan keluarganya maupun pendidikan anak-anaknya.

Baca juga: Subiakto: Sektor Pangan Lebih Berbahaya dari Nuklir

“Untuk itu posdaya harus terus dikembangkan karena nantinya ke depan kekuatan koperasi akan berada di kelompok-kelompok ini,” pungkasnya.

Sementara itu ketua Posdaya Taman Rajut, Titin Estantina, mengaku bahwa hasil produk rajutannya sudah dipasarkan ke luar jawa bahkan ke luar negeri.

“Kemarin kami juga menerima pesanan dari Perancis,” akunya.

Baca juga: Subiakto: Dulu, Koperasi Soko Guru Ekonomi di Pedesaan

Alhmdulillah sekarang Ibu-ibu disini sudah punya pekerjaan dan penghasilan sendiri. Dari usaha rajut tersebut ada yang sudah bisa menyekolahkan anak-anaknya maupun punya usaha sampingan. Titin terus memotivasi ibu-ibu agar mereka tidak hanya menjadi ibu rumah tangga saja tapi juga punya pekerjaan dan penghasilan sendiri.

“Paling tidak mereka punya kebanggaan dan akan lebih di hargai oleh suaminya,” pungkasnya.

Komentar