Sumbar Segera Terbebas dari Blank Spot Area

Editor: Satmoko

58
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit/Foto: M. Noli Hendra

PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat masih terdampat enam daerah yang tergolong blank spot area. Enam derah itu yakni Kabupaten Solok Selatan, Mentawai, Kabupaten Solok, Sijunjung, Pesisir Selatan, dan Kota Sawahlunto.

Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan Kementerian Kominfo dan bersama Balai Penyediaan dan Pengelolaan Pembiayaan Telekomunikasi dan Informatika (BP3TI) dan Dirjen Penyelenggaraan Pos Indonesia (PPI) beberapa waktu lalu, dalam waktu dekat akan membangun sejumlah tower di enam daerah.

“Hal ini menjadi perhatian penting, karena dalam waktu dekat Sumbar akan menyelenggarakan Hari Pers Nasional (HPN) pada awal tahun 2018 mendatang. Selain itu, juga mempersiapkan penggunaan digital dalam berbagai pelayanan dan komunikasi bagi masyarakat,” katanya, Rabu (15/11/2017).

Menurutnya, dengan adanya hal yang demikian juga diharapkan mampu menuntaskan daerah blank spot yang terdapat pada daerah tertinggal, terpencil, dan terjauh (3T). Sebelumnya, berdasarkan pendataan di lapangan, untuk daerah Kabupaten Solok Selatan ada tujuh titik yang masih blank spot, yang berada di sejumlah kecamatan. Kabupaten Pasaman Barat ada 12 titik yang juga tersebar disejumlah kecamatan dan nagari. Lalu, untuk Kabupaten Kepulauan Mentawai masih cukup banyak blank spot area, yakni terdapat di 22 titik yang tersebar di sejumlah kecamatan dan nagari.

Ia menegaskan, berdasarkan target dari Kementerian Kominfo mulai tahun 2017 hingga tahun 2018 mendatang, untuk kawasan Pelapa Ring Barat sudah bisa menikmati akses komunikasi yang bagus, dan tidak ada lagi blank spot area. Artinya, Kepulauan Mentawai akan masuk dalam target tersebut, dan satu hingga dua tahun mendatang Mentawai sudah bisa menikmati akses komunikasi yang bagus.

Sementara itu, dari salah satu daerah yang masuk sebagai blank spot yakni Kabupaten Pesisir Selatan, Diskominfo mengusulkan 13 titik tower Base Transceiver Station (BTS) yang direncanakan dibangun di tujuh kecamatan.

Kepala Dinas Kominfo Pesisir Selatan Junaidi menjelaskan, keberadaan menara tower Base Tranaceiver Station (BTS) nantinya dipergunakan menjangkau kecamatan – kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan yang mengalami blank spot.

Ia menyebutkan, tujuh kecamatan yang diusulkan itu, yakni Kecamatan Koto XI Tarusan (2 titik), Kecamatan Bayang Utara (2 titik), Kecamatan Lenggayang (2 titik), Kecamatan Sutera (2 titik), Kecamatan Batang Kapas (2 titik), Kecamatan Rahul (1 titik), Kecamatan IV jurai (2 titik) dan Kecamatan Pancung Soal (1 titik).

Menurutnya, di Pesisir Selatan sendiri memang dianggap sangat perlu untuk jaringan telekomunikasi. Apalagi dengan jumlah 15 kecamatan dan 182 nagari di Kabupaten Pessel, merupakan jumlah penduduk yang cukup besar.

“Jadi 13 titik menara sinyal (BTS) itu diusulkan ke Kementerian Kominfo, Balai Penyedia  Pengelolaan dan Pembiayaan Dokumen Informatika,” ungkapnya.

Komentar