Swasembada Pajale Libatkan Dinas Pertanian dan Koramil

Editor: Satmoko

39
Lahan pertanian sawah di Kecamatan Penengahan [Foto: Henk Widi]

LAMPUNG – Dinas Pertanian Kabupaten Lampung Selatan melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Pertanian Kecamatan Penengahan melakukan upaya swasembada pangan yang terus diupayakan oleh Kementerian Pertanian.

Menurut Muallimin selaku Kepala UPT Dinas Pertanian Kecamatan Penengahan, saat ini dari luasan lahan pertanian sawah di wilayah tersebut lebih dari 8.000 hektar, kedelai dan jagung dengan total 5.000 hektar sebagian mendapat alokasi bantuan benih sekaligus dilakukan upaya luas tambah tanam (LTT) melalui program cetak sawah baru.

Muallimin mengungkapkan, saat ini ada sebanyak 186 kelompok tani (poktan) dari sebanyak 22 desa di kecamatan Penengahan yang mendapatkan bantuan benih padi, jagung dan kedelai (pajale) langsung dari Kementerian Pertanian yang telah melakukan kerjasama dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui pelibatan bintara pembina desa dalam setiap pembagian benih padi, jagung dan kedelai.

Luas lahan tanaman padi yang mendapat pembagian benih padi variteas Ciherang dan dibagikan secara bertahap sepanjang bulan November ini, menurut Muallimin, mencapai 53 kelompok tani dengan total luasan lahan sebanyak 1.300 hektar yang tersebar di beberapa desa terpilih sesuai dengan komoditas dominan yang dibudidayakan oleh masyarakat petani.

“Kita lakukan survei terlebih dahulu karena dari 22 desa dengan kelompok tani yang ada. Sebagian lahan pertanian ada yang cocok ditanami padi sebagian jagung dan kedelai sehingga pengalokasian bibit Pajale tersebut menyesuaikan dengan kebutuhan kelompok,” terang Muallimin, selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, saat dikonfirmasi Cendana News, Selasa (14/11/2017).

Berdasarkan data jumlah kelompok tani yang memperoleh bantuan benih padi, sebanyak 53 kelompok seluas 1.300 hektar dengan masing-masing kelompok tani dan anggotanya memiliki luas lahan yang berbeda. Alokasi jatah benih per hektar mencapai 25 kilogram dengan satu bungkus benih padi berisi 5 kilogram (satu kampil) atau per hektar mendapatkan jatah sebanyak 5 bungkus benih padi.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pertanian Kecamatan Penengahan, Muallimin [Foto: Henk Widi]
Sementara itu, alokasi untuk kebutuhan benih jagung dengan luasan lahan lebih dari 3000 hektar yang mendapat jatah terdapat sekitar 73 petani penanam jagung dengan jatah per kelompok sebanyak 15 kilogram atau 5 bungkus per hektar. Selain jagung benih yang dibagikan kepada kelompok petani penanam kedelai seluas 1325 hektar juga dibagikan dengan jatah per hektar mendapat benih kedelai sebanyak 40 kilogram untuk sebanyak 60 kelompok di desa-desa yang tidak memiliki lahan sawah irigasi.

Proses pembagian bibit padi yang masih terus dilakukan di wilayah Kecamatan Penengahan diakui Muallimin hingga Selasa (14/11) terus dibagikan kepada sejumlah kelompok di Desa Kelau sebanyak 3 kelompok, Desa Pisang sebanyak 5 kelompok, Gandri sebanyak 1 kelompok dan sebagian sudah dibagikan kepada kelompok di Desa Kuripan, Ruang Tengah, Tanjungheran dan beberapa kelompok tani lain.

“Kita harapkan untuk masa tanam Oktober 2017-Maret 2018 petani yang mulai memasuki masa tanam dengan curah hujan yang sudah lancar bisa menanam benih varietas Ciherang yang dibagikan,” terang Muallimin.

Bintara Pembina Desa Komando Rayon Militer 03/Penengahan, Sersan Dua Sudarwanto yang ikut dilibatkan dalam upaya khusus (Upsus) padi jagung dan kedelai tersebut mengaku, sebagian besar anggota kelompok sudah menerima pembagian benih jagung, kedelai dan padi menyesuaikan dengan kebutuhan kelompok dan kondisi desa setempat.

Sersan Dua Sudarwanto Babibsa Koramil 03/Penengahan meninjau lokasi pembukaan lahan sawah baru di wilayah Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan [Foto: Henk Widi]
Sersan Dua Sudarwanto menyebut, khusus untuk lahan pertanian sawah di wilayah Kecamatan Penengahan yang memiliki luas lebih kurang 8.000 hektar bahkan terus mengalami penambahan hingga puluhan hektar. Penambahan luas tambah tanam tersebut disebabkan beberapa faktor positif dari proyek jalan tol trans sumatera yang mengubah lahan perkebunan menjadi lahan pertanian sawah.

“Di desa Pasuruan dan Klaten saja, tercatat sudah ada belasan hektar tambahan luas tambah tanam dengan pembersihan lahan kebun tak produktif yang diambil batunya dan kini diubah menjadi sawah. Kita usulkan untuk mendapat benih kedelai, jagung serta padi,” beber Sersan Dua Sudarwanto.

Pendampingan kepada petani tersebut diakuinya sesuai arahan Panglima TNI agar seluruh Babinsa melakukan serbuan teritorial dalam mendampingi petani dari mulai pengolahan lahan, perawatan hingga pasca panen padi. Termasuk perluasan lahan baru untuk pertanian. Pendampingan kepada petani sekaligus upaya mensukseskan program swasembada pangan dengan upaya khusus pertanian padi, jagung dan kedelai, dimana TNI ikut terjun ke sawah termasuk dalam penyediaan fasilitas alat dan mesin pertanian.

Pembagian benih padi varietas Ciherang kepada kelompik tani dikawal Babinsa Koramil 03/Penengahan [Foto: Henk Widi]

Komentar