Tanam Jagung Pola Kemitraan Perusahaan, Lebih Menguntungkan

Editor: Satmoko

41
Salah seorang petani jagung Bunarto asal Manding, Bantul. Foto: Jatmika H Kusmargana

YOGYAKARTA – Sejumlah petani jagung di Kabupaten Bantul menilai sistem tanam berbasis kemitraan dengan perusahaan, jauh lebih menguntungkan dibanding menanam secara mandiri. Pasalnya petani bisa mendapatkan kepastian harga komoditas hasil panen tanpa khawatir harga jatuh.

Selain itu, begitu panen, komoditas jagung yang dihasilkan para petani juga bisa langsung terserap seluruhnya oleh perusahaan yang bermitra dengan petani. Mereka pun tak lagi khawatir, hasil panen tidak laku atau dijual dengan harga murah, akibat harga jagung jatuh setiap musim panen raya tiba.

“Lebih enak jika bermitra dengan perusahaan. Karena sejak awal sudah ada kesepakatan harga. Jadi saat panen raya seperti sekarang ini, petani tidak terpengaruh turunnya harga jual jagung,” ujar salah seorang petani jagung, Bunarto (37) asal Manding, Bantul.

Menurut Bunarto, harga yang disepakati perusahaan dengan petani pun terbilang cukup bagus. Yakni Rp3500 per kilogram. Harga itu dinilai lebih tinggi jika dibandingkan harga pasaran saat ini yang berkisar Rp3000 per kilogram.

“Kalau harga jual pasaran itu Rp3500 per kilogram biji kering. Sementara kalau perusahaan kan Rp3500 per kilogram petik. Jadi kita tidak perlu menjemur dan mempritilii. Begitu panen langsung diambil perusahaan. Selain irit tenaga, hitungan hasil pun lebih banyak,” katanya.

Dijelaskan Bunarto, dengan bermitra perusahaan, petani juga hanya tinggal menyiapkan lahan dan tenaga. Pasalnya sejak awal tanam, penyediaan biji maupun kebutuhan pupuk sudah ditanggung oleh perusahaan. Petani mendapatkan biji jagung varietas tertentu dengan uang subsidi pupuk Rp2 juta.

“Jadi perusahaan memberi kita biji dan uang. Nanti biji kita tanam, dan uang kita belikan pupuk. Setelah panen, hasilnya langsung dibeli perusahaan. Kita tinggal siapkan lahan dan tenaga saja,” katanya.

Di Kecamatan Bantul sendiri terdapat ratusan petani yang memilih menjadi mitra perusahaan. Mereka menanam jagung untuk perusahaan dengan total luas 74 hektar. Saat ini lahan itu telah memasuki musim panen.

Petani jagung di Bantul. Foto: Jatmika H Kusmargana

 

Komentar