Tentara Korut Tertembak Dan Terluka, Membelot Ke Korsel

50
Ilustrasi semenanjung Korea - Foto: Dokumentasi CDN

SEOUL – Seorang tentara Korea Utara membelot ke Korea Selatan pada Senin (13/11/2017). Pembelotan dilakukan setelah tentara tersebut ditembak dan dilukai militer Korea Utara.

Prajurit tersebut ditemukan di sisi selatan perbatasan desa Panmunjom, sekitar 50 meter di selatan Jalur Demarkasi Militer. “Kondisinya terluka di bahu dan siku,” kata Pejabat Kementerian Pertahanan Korea Selatan.

Tentara tersebut membelot dari pos penjaga Korut yang berada tidak jauh dari lokasi ditemukan. Saat ini tentara  tersebut dibawa ke rumah sakit dengan mempergunakan helikopter komando milik PBB. Pejabat tersebut mengatakan, tidak terjadi  kontak senjata dalam proses pemindahan tentara tersebut.

“Karena daerah tersebut adalah wilayah terpapar ke Korut, kami harus merangkak ke sana untuk mengeluarkannya,” tambah pejabat tersebut.

Rata-rata, lebih dari seribu orang Korut membelot ke Korsel setiap tahun. Sebagian besar melakukan perjalanan melalui China dan tidak mungkin bagi Korut untuk melintasi perbatasan darat, yang memisahkan kedua Korea. Perbatasan tersebut terbentuk setelah keadaan perang sejak bentrok pada 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan perjanjian perdamaian.

Penyeberangan terakhir terjadi pada Juni. Pejabat kementerian Korsel mengatakan bahwa kondisi tentara dan pangkat militernya tetap akan diverifikasi. Pembelotan terjadi di tengah ketegangan antara kedua Korea, dan antara Amerika Serikat dengan Korut. Korut tahun ini telah meningkatkan kapasitas nuklir dan misilnya dengan serangkaian tes, karena berhadapan dengan Presiden AS Donald Trump yang bersumpah untuk menghentikan Korut agar tidak senjata nuklirnya tidak mencapai daratan AS.

Korut melakukan uji bom nuklir keenam dan paling kuat pada 3 September, namun belum meluncurkan peluru kendali apa pun sejak menembakkan satu di antaranya melewati atas daratan Jepang pada 15 September, jeda paling lama pada tahun ini. (Ant)

Komentar