Tingkatkan Kesejahteraan, Ubah Pola Pikir Nelayan

Editor: Satmoko

107
Andi Baso Tancung, pakar kemaritiman di Sulawesi Selatan. Foto: Nurul Rahmatun Ummah

MAKASSAR – Di pesisir Pantai Marbo, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, di bawah pohon, ada dua orang nelayan. Mereka adalah Takjukdin dan Nurdin, kedua nelayan ini membahas program bantuan pemerintah yang telah mereka dapatkan. Seperti saat beberapa waktu lalu Takjudin dan Nurdin menerima sebuah mesin conventer berbahan bakar gas.

Menurut Takjudin dan Nurdin, program-program bantuan pemerintah setempat menunjukkan perhatian mereka terhadap kehidupan nelayan. Berbeda dengan kehidupan nelayan dulu, pemerintah saat ini ia anggap telah memerhatikan kesejahteraan para nelayan. Banyak bantuan yang telah dirasakan oleh nelayan pesisir Pantai Marbo dari dinas terkait.

Menurut Takjudin yang telah menjadi nelayan sejak tahun 1995, pemerintah telah memberikan banyak bantuan sehingga meningkatnya kesejahteraan nelayan.

“Kalau saya lihat saat ini pemerintah begitu peka terhadap kehidupan masyarakat berbeda dengan dulu ketika kedua orang tua saya menjadi nelayan,” jelas Takjudin pada Cendana News ketika ditemui Senin (13/11/2017).

Tidak hanya berupa bantuan mesin, alat tangkap, bahkan Takjudin pernah mendapat bantuan uang tunai sebesar Rp7 juta. Tidak hanya nelayan saja yang diperhatikan, bahkan anak nelayan pun diberikan bantuan untuk menunjang pendidikan mereka. Anak nelayan di pesisir Pantai Marbo rata-rata menerima bantuan beasiswa.

Nelayan Marbo pun merasa terjadi peningkatan kesejahteraan hidup dari berbagai bantuan yang disediakan. Hal ini membuat nelayan lebih bersemangat dalam melakukan penangkapan. Karena, menurut Takjudin dan Nurdin, perhatian pemerintah sebanding dengan bahaya yang dihadapi.

Nurdin menambahkan, dirinya merasa sangat senang atas bantuan-bantuan yang diberikan pemerintah terhadap kesejahteraan nelayan.

“Tidak cuma bantuan berupa alat tertentu dan mesin saja, pemerintah juga memperhatikan anak-anak kami, bahkan kami, para nelayan, memiliki asuransi jiwa jika kami mendapat kecelakaan saat melaut,” ucapnya.

Andi Baso Tancung yang merupakan pakar kemaritiman Sulawesi Selatan berargumen, pemerintah sudah melakukan banyak perhatian dalam peningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan. Hanya terkadang ada beberapa nelayan nakal, yang biasa membuat kelompok nelayan palsu. Setelah itu berbicara ke publik bahwa pemerintah tidak memperhatikan mereka.

Selain itu banyak nelayan yang diberi bantuan akan tetapi diselewengkan untuk membeli hal lain. Ini karena perilaku nelayan yang begitu konsumtif. Para nelayan tidak ingin repot dengan urusan administrasi, terjebak dengan praktik tengkulak. Inilah yang mengakibatkan nelayan-nelayan di beberapa daerah belum merasakan kesejahteraan.

Menurut laki-laki lulusan magister manajemen pesisir di Universitas Muslim Indonesia ini, padahal jika nelayan melakukan satu kali penangkapan, pendapatan mereka bisa sangat lumayan.

“Apalagi semenjak Menteri Susi menjabat dengan kewenangan menenggelamkan para pencuri ikan di Indonesia. Itu sudah meningkatkan kesejahteraan para nelayan,” pungkasnya.

Hanya saja, tidak hanya bantuan materi yang harus diberikan pemerintah terhadap para nelayan. Ke depan pemerintah harus turun langsung dengan mengadakan sosialisasi untuk mengubah pola pikir masyarakat nelayan.

Takjudin dan Nurdin, dua nelayan di Pesisir Marbo. Foto: Nurul Rahmatun Ummah

Komentar