Tmall Bukukan Transaksi Rp241 Triliun

46
Ilustrasi bisnis online - Dokumentasi CDN

BEIJING – Perusahaan Tmall di bawah Alibaba Group berhasil membukukan transaksi penjualan senilai 120,7 miliar RMB atau setara Rp241,4 trilun sepanjang tahun ini. Nilai tersebut hanyalah transaksi yang terjadi hingga 11 November pukul 13.00 waktu Tiongkok.

Nilai transaksi terbesar dibukukan pada hari Sabtu (11/11/2017), saat toko dalam jaringan atau online di Cina ramai-ramai memberikan potongan harga besar-besaran. Sejak 2009, setiap 11 November ditetapkan sebagai hari pesta belanja ketika Tmall memulai promosi besar-besaran.

“Ini ajang sinergi sosial di seluruh dunia. Maksud dari sinergi adalah kerja sama bisnis global dengan menggunakan teknologi dan mahadata (big data). Ini fenomena ketika Cina memengaruhi dunia,” kata Pejabat Eksekutif Alibaba, Zhang Yong, Minggu (12/11/2017).

Tiga menit setelah Sabtu (11/11/2017) tengah malam, transaksi Tmall menembus angka 10 miliar RMB atau setara dengan Rp20 triliun. Tahun lalu angka itu baru dicapai 7 menit setelahnya. “Setiap tanggal 11/11 kami selalu mendapatkan kejutan bersama pasukan bisnis komersial. Saya pikir tahun ini juga,” kata Zhang.

Alibaba mendirikan Haitao untuk membantu rakyat Cina membeli produk-produk asing. Sedangkan Tmall Global menjadi pasar bagi pebisnis asing untuk menjual langsung kepada pelanggannya di Cina. Merek-merek Jepang, seperti Onward Crosset dan Laox menjadikan 11/11 sebagai ajang promosi tokonya di Tmall Global.

Pihak Stadium Goods, toko penjualan sepatu dan perlengkapan olahraga lainnya yang berpusat di New York, Amerika Serikat, memulai persiapan promosi sejak sebulan yang lalu. “Pada 11/11 kami menargetkan pendapatan 2 juta dolar AS,” demikian pernyataan pendiri Stadium Goods John McPheters.

Bukan hanya para penjual, melainkan banyak orang asing juga membeli pada hari tersebut sebagaimana pernyataan pihak Cyol.com. Data AliExpress menyebutkan bahwa Rusia, Brasil, AS, Spanyol, Prancis, Ukraina, Israel, Belarusia, Kanada, dan Belanda menjadi 10 besar negara pembeli.

Kaum perempuan dan orang berusia 25 hingga 34 tahun mendominasi 100 juta pembeli asing di toko daring. Pendapatan bersih Alibaba naik 146 persen pada kuartal fiskal yang berakhir September lalu. Pendapatan dari pebisnis internasional mencapai angka 2,9 miliar RMB atau naik 115 persen dibandingkan tahun lalu. Pertumbuhan tertinggi berasal dari platform Lazada di Asia Tenggara dan AliExpress.

“Momen 11/11 menambah banyak pebisnis asing dan merupakan peluang besar pertukaran barang, modal, dan budaya antarnegara,” kata Jin Xuejun, profesor ekonomi dari Zhejiang University. (Ant)

Komentar