UNHCR: Australia Harus Tampung Pengungsi

41
Ilustrasi/Foto: UNHCR.org.

SYDNEY – Badan pengungsi PBB mendesak Australia menerima tawaran Selandia Baru untuk memukimkan kembali 150 pengungsi dari pusat penahanan kelolaan Australia di Papua Nugini. Saat ini PBB mencatat ada sekitar 450 orang pengungsi masih dikurung tanpa makanan atau air.

Pencari suaka bersembunyi di dalam pusat penahanan selama dua minggu terakhir untuk menentang upaya Australia dan Papua Nugini menutup sarana tersebut. Para imigran tersebut mengatakan bahwa mereka takut akan keselamatan mereka jika dipindahkan ke pusat persinggahan.

Dengan banyak tahanan mengeluhkan penyakit akibat keadaan tidak sehat di penampungan tersebut, Komisaris Tinggi Urusan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) mendesak Australia mengizinkan 150 orang bermukim di Selandia Baru. “Kami mendesak Australia mempertimbangkan kembali hal ini dan menerima tawaran tersebut,” kata Wakil Perwakilan Kawasan UNHCR Nai Jit Lam, Selasa (14/11/2017).

Sebagian besar pencari suaka berasal dari Afghanistan, Iran, Myanmar, Pakistan, Sri Lanka dan Suriah. Kebijakan perbatasan berdaulat pemerintah Australia dengan menolak mengizinkan pencari suaka tiba dengan kapal untuk mencapai pantainya, telah banyak dikritik PBB dan kelompok hak asasi manusia. Namun diinternal kebijakan tersebut mendapat dukungan politik bipartisan di Australia.

Australia mengatakan bahwa mengizinkan pencari suaka tiba dengan kapal untuk mencapai pantainya hanya akan mendorong penyelundup manusia di Asia. Dampakanya akan lebih banyak orang mempertaruhkan nyawa mereka yang mencoba berlayar ke Australia.

Dua gerakan diperkenalkan di parlemen Australia oleh partai Partai Buruh dan Hijau, dan disahkan di majelis tinggi pada Selasa, meminta Perdana Menteri Malcolm Turnbull untuk menyetujui usulan Selandia Baru tersebut. “Ini adalah noda kotor dan berdarah pada hati nurani nasional Australia,” ujar Senator Partai Hijau Nick McKim.

Turnbull pada bulan ini menolak tawaran pemukiman kembali pengungsi dari Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern, dan lebih memilih bekerja melalui kesepakatan pertukaran pengungsi yang dinegosiasikan dengan mantan Presiden Amerika Serikat Barack Obama tahun lalu.

Berdasarkan atas kesepakatan AS, hingga 1.250 pencari suaka yang ditahan oleh Australia di Papua Nugini dan Nauru di Pasifik Selatan dapat dimukimkan kembali di AS. Sebagai imbalan bagi Australia yang menerima pengungsi dari Amerika Tengah. Sejauh ini, AS hanya menerima 54 orang.

Meskipun Turnbull menolak tawaran tersebut, Ardern minggu ini mengatakan bahwa mereka tetap mendiskusikannya dan dia akan mengadakan pertemuan kedua dengan Turnbull untuk membahas situasi yang tidak dapat diterima di dalam pusat penahanan Pulau Manus.

Air dan listrik ke pusat terputus dua pekan lalu setelah pihak keamanan Australia ditarik dan penampungan tersebut ditutup pada 31 Oktober. Penampungan itu dinyatakan tidak sah oleh pengadilan Papua Nugini. (Ant)

Komentar