Unik, Lukis Kayu Nangka Pakai Solder

Editor: Satmoko

195
Edi saat melukis pesanan logo/Foto: Charolin Pebrianti

PONOROGO – Kreativitas memang tidak terbatas, seperti yang dilakukan oleh Eko Langgeng Edi Sarwono (30) pembuat lukisan di lempengan kayu nangka dengan menggunakan solder sebagai alat melukis. Solder yang digunakan pun sudah dimodifikasi sedemikian rupa.

Warga Dukuh Tambong Klatakan, Desa Wringinanom, Kecamatan Sambit ini menjelaskan sejak satu bulan terakhir menekuni usaha unik ini. Berawal dari menebang pohon randu di belakang rumah kemudian menimpa pohon nangka yang sudah lapuk.

“Tekstur kayu nangka yang empuk akhirnya kepikiran dijadikan media lukis,” jelasnya kepada Cendana News, Selasa (14/11/2017).

Bapak dua orang anak ini memang sejak kecil suka menggambar. Bahkan sudah lama ia melukis abstrak dan potret dengan media kertas dan kanvas. Namun sejak ada media kayu nangka ini, pesanan gambarnya meningkat tajam.

“Satu bulan ini pesanan lukisan sudah lebih dari 50,” ujarnya.

Untuk satu buah lukisan wayang dibanderol dengan harga Rp100 ribu, sketsa wajah dijual dengan harga Rp150 ribu dan kalau meminta gradasi gelap ke terang harganya mulai Rp200 ribu.

Pembuat lukisan kayu nangka, Edi/Foto: Charolin Pebrianti

“Sehari saya bisa lukis 3-4 wayang, biasanya dibantu istri dan tetangga,” terangnya.

Pemasaran dilakukan melalui media sosial instagram. Peminat datang dari Magetan, Solo, Surabaya, Batam, Kalimantan dan Bali. Menurutnya, wayang biasanya diminati para orang tua sedangkan kalangan anak muda memilih sketsa wajah dan logo.

“Tapi biasanya sketsa wajah paling lama, karena dibakar jadi harus teliti. Gradasi warna paling susah, salah gradasi atau salah bakar bisa berubah wajahnya, harus lebih teliti dan hati-hati,” tukasnya.

Namun meski hasil buatannya diminati pasar, Edi sapaannya, mengaku kesulitan bahan baku. Pasalnya, kayu yang digunakan harus kayu lapuk, kalau kayu hidup teksturnya kurang bagus.

Ia pun menyiasati dengan cara batang kayu nangka dipotong menyamping sehingga kelihatan lebar.

“Usai dilukis, kayu kemudian difinishing dengan pengeras kayu antirayap dan pengawet batu, agar warna kayu tetap dan tidak mudah lapuk,” pungkasnya.

Komentar