Wabup Ponorogo Ingatkan Siswa Hidupkan Adiwiyata Sekolah

Editor: Satmoko

43
Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno, saat berpidato di hadapan para siswa/ Foto: Charolin Pebrianti

PONOROGO – Ratusan siswa SMPN 1 Ponorogo diingatkan Wakil Bupati Ponorogo, Soedjarno, dalam rangka program adiwiyata sekolah. Kegiatan yang digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ini memang tengah gencar disosialisasikan.

“Kegiatan belajar mengajar harus mengarah ke kegiatan lingkungan,” jelasnya di tengah sambutan, Rabu (15/11/2017).

Soedjarno menyontohkan, seperti kegiatan belajar kini mulai mengurangi penggunaan kertas namun kegiatan belajar mengajar menggunakan media internet. Saat ujian nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menggunakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kepala Sekolah SMPN 1 Ponorogo, Yuli Dwi Astuti/Foto: Charolin Pebrianti

“Sampah jangan sampai luput, pemanfaatan limbah plastik juga harus diperhatikan dan bisa jadi media pembelajaran,” ujarnya.

Selain itu, setiap hari Sabtu bisa digalakkan kerja bakti sebagai bagian dari Sabtu bersih. Penggunaan AC juga harus dikurangi, jika ruangan AC tidak dipakai, AC tersebut bisa dimatikan.

“Perbanyak kebun, hutan atau taman sekolah, jika tidak punya lahan bisa kebun vertikal,” cakapnya.

Tidak hanya itu, SMPN 1 Ponorogo kini juga memiliki 75 lubang biopori yang bisa dimanfaatkan serta siswa dilibatkan dalam pembuatan kompos berbahan dasar daun kering.

Kepala Sekolah SMPN 1 Ponorogo, Yuli Dwi Astuti juga menambahkan, penggunaan listrik mulai dikurangi. Setiap pagi para siswa disuruh membuka jendela di masing-masing kelas.

“Supaya mengurangi penggunaan lampu dan AC,” ujarnya.

Green house di lingkungan SMPN 1 Ponorogo yang terawat/Foto: Charolin Pebrianti

Menurutnya, penyelenggaraan adiwiyata di sekolah tidak bisa serta merta tapi butuh proses bertahun-tahun. SMPN 1 Ponorogo sudah melakukan kegiatan lingkungan sejak lama, seperti adanya green house yang berisi tanaman-tanaman hijau.

“Siswa memang kami ajarkan untuk mencintai lingkungan, supaya ilmunya juga bisa diterapkan di rumah,” pungkasnya.

Komentar