Wagub NTB: Kesehatan Keluarga Wujudkan IPM Unggul

Editor: Irvan Syafari

50
Wagub NTB bersama Kadis Kesehatan memberikan penghargaan kepada perawat dan dokter yang dinilai berprestasi/Foto; Turmuzi.

MATARAM — Masalah kesehatan merupakan salah satu faktor penting dalam upaya mewujudkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang unggul suatu negara maupun pemerintahan daerah. Maju tidaknya suatu daerah juga akan sangat ditentukan kualitas kesehatan masyarakat dan itu dimulai kesehatan keluarga yang berkualitas

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur NTB pada acara Peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) di Halaman Kantor Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Senin (13/11/2017)

“Faktor kesehatan masyarakat, merupakan salah satu indikator penting pembentuk IPM dan tentu harus didukung dan dibangun dari kesehatan keluarga sebagai lingkungan terkecil” kata Amin,

Guna mewujudkan kesehatan keluarga yang berkualitas tersebut, ia pun meminta seluruh jajaran dinas kesehatan untuk memaksimalkan usaha dan fokus menangani berbagai masalah kesehatan, melakukan kampanye dan edukasi kepada masyarakat, terutama keluarga untuk senantiasa hidup sehat.

Menurutnya, kesehatan bangsa dan masyarakat bergantung bagaimana kesehatan keluarga, kalau kualitas kesehatan keluarga sebagai lingkungan terkecil saja sudah buruk, maka sedikit tidak menjadi gambaran bagaimana kondisi kesehatan masyarakat secara umum di suatu daerah.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi mengatakan untuk menjadi sehat dan menjaga pola hidup sehat sebetulnya tidaklah sulit, tapi susah dilaksanakan oleh sebagian masyarakat

“Pada musim hujan seperti sekarang misalkan, untuk bisa terhindar dari DBD, selain menjaga pola hidup sehat, masyarakat cukup menerapkan pola 3M, yaitu Menguras, Mengubur dan Menutup” katanya

Termasuk dalam hal kecukupan asupan gizi bagi ibu dan anak, problemnya sebenarnya bukan hanya soal kemiskinan semata, tapi pengetahuan yang minim bagaimana mengolah makanan yang tersedia menjadi makanan mengandung protein tinggi masih minim, termasuk dengan memanfaatkan tanaman sayuran yang ada di alam sekitar

Dikatakan, karena itulah, keberadaan Kader Posyandu dan Puskesmas di akar rumput memiliki peranan strategis, baik untuk membantu memberikan pemanahan kepada masyarakat, maupun melakukan deteksi dini gangguan kesehatan masyarakat, khususnya ibu dan anak

“Saya mengajak jajaran kader posyandu di setiap Dusun, Desa, Keluaran termasuk Puskemas untuk mengambil peran dan terlibat langsung mengedukasi masyarakat,” ajak Nurhandini

Dalam kesempatan tersebut Dikes NTB juga memberikan penghargaan kepada sejumlah Puskesmas, perawat, dokter dan tenaga kesehatan teladan lainnya yang telah memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Penghargaan diberikan berdasarkan penilaian yang dilakukan jajaran Dikes NTB sebagai rangkaian HKN tahun 2017. Sejumlah kategori yang dinilai di antaranya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, Kelompok Asuhan Mandiri Kesehatan Tradisional melalui Pemanfaatan Taman Obat Keluarga dan Tenaga Kesehatan Teladan.

Komentar