Wagub NTB: Tak Miliki Izin, Penambangan Emas Bahayakan Lingkungan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

50

MATARAM — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Muhammad Amin mengatakan, aksi penambangan liar yang tidak dilakukan melalui proses kajian, perizinan dan Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) akan sangat merugikan dan membahayakan kelestarian lingkungan.

“Banyak kejadian longsor dan penambang mati akibat tertimbun galian tambang, karena dilakukan secara ilegal, sangat membahayakan keselamatan masyarakat penambang,” kata Amin, Rabu (15/11/2017) menyikapi adanya penambangan emas liar di Desa Perabu, Kabupaten Lombok Tengah.

Baca juga: Wagub Akui Ada Persoalan Izin Tambang di Sumbar

Seperti penambangan emas ilegal yang pernah terjadi di Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, telah banyak memakan korban meninggal para penambang, karena tidak mengindahkan aturan menambang.

Tapi namanya masyarakat, melakukan penambangan emas sudah menjadi aktifitas sehari-hari, terutama di daerah yang memiliki potensi tambang termasuk di Pulau Sumbawa.

“Tapi yang jelas kita tidak mau ambil resiko dan bersikap tegas, kalau memang melanggar, ditertibkan,” sebutnya.

Baca juga: DPRD: Galian C di Kali Wairhek Sikka Masuk Kejahatan Lingkungan

Sebelumnya, Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok mengaku tidak bisa melarang masyarakat Desa Perabu melakukan penambangan emas, meski berstatus ilegal, karena kewenangannya sekarang ada di Pemprov NTB.

“Kalau soal penertiban penambangan emas Desa ilegal, kewenangannya sekarang ini ada di Pemprov, Pemkab tidak lagi memiliki kewenangan soal itu” kata juru bicara Pemkab Lombok Tengah, Lalu Herdan.

Komentar